Liputan6.com, Jakarta - General Manager Bandara Husein Sastranegara Granito W.Hindrawan menuturkan, pihaknya menjajaki dengan sejumlah maskapai asing untuk melayani penerbangan internasional. Hal ini sebagai bagian persiapan untuk kembali menghadirkan penerbangan di Bandara Husein Sastranegara.
Adapun tingkat kesiapan fasilitas dan operasional sudah mencapai 99,85%. Granito menuturkan, pihaknya tinggal menunggu penetapan dari kementerian terkait untuk menjadi bandara internasional.
Advertisement
"Untuk kesiapan pelayanan penerbangan internasional Bandara Husein Sastranegara saat ini, kami nyatakan sudah siap untuk melayani penerbangan internasional. Kita tinggal menunggu bandara ini ditetapkan sebagai bandara internasional," tutur Granito.
Pihak bandara mulai menjajaki dengan sejumlah maskapai asing. Salah satunya Air Asia. Hal ini untuk konektivitas menuju Kuala Lumpur, diprediksi beroperasi pada Oktober 2026. Selain itu, ada maskapai Scoot yang berbasis di Singapura pada 2027.
Pihak Bandara Husein Sastranegara juga menjajaki maskapai Transnusa untuk perjalanan menuju Johor Bahru.
Ia mengatakan, penjajakan dnegan maskapai menjadi bagian dari persiapan untuk kembali menghidupkan konektivitas internasional dari Bandung.
“Beberapa rute internasional tadi sudah kami sounding, ada Singapura, ada Kuala Lumpur, kemudian ada juga berbagai rute internasional,” tutur dia.
Dari sisi operasional, Bandara Husein Sastranegara berkapasitas apron untuk menampung hingga delapan pesawat, yang terdiri atas enam penerbangan reguler dan dua penerbangan tidak reguler dengan kategori tertentu.
Kapasitas tersebut juga didukung fasilitas keselamatan dan pemadam kebakaran untuk menunjang operasional penerbangan.
Kapasitas Bandara Husein
Adapun dengan panjang landasan pacu yang mencapai 2.220 meter, jenis pesawat yang dapat dilayani Bandara Husein Sastranegara adalah Boeing 737-800.
"Kita memiliki lahan yang terbatas. Di sisi udara runway kita 2.220 meter dan tidak mungkin lagi dilakukan perpanjangan. Jadi, memang kapasitas ini rasanya sudah kapasitas maksimum yang bisa kita lakukan," tutur dia.
Meski memiliki keterbatasan lahan, pihak bandara menilai kapasitas terminal masih cukup untuk mendukung pertumbuhan penumpang. Total luas terminal mencapai sekitar 17.000 meter persegi, dengan 12.000 meter persegi dialokasikan untuk layanan domestik dan 5.000 meter persegi untuk layanan internasional.
Dengan kapasitas tersebut, Bandara Husein Sastranegara diprediksi mampu melayani sekitar 3,4 juta penumpang per tahun untuk penerbangan domestik maupun internasional.
Persiapan Bandara
Granito mengatakan persiapan bandara telah mencakup pembenahan fasilitas terminal, area komersial, pelayanan penumpang, hingga area operasional yang nantinya digunakan oleh instansi terkait pelayanan penerbangan internasional.
Sejumlah fasilitas untuk mendukung fungsi customs, immigration, quarantine (CIQ) juga telah disiapkan, termasuk area yang akan digunakan oleh Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina.
Untuk mendukung pelayanan penumpang, area domestik memiliki 16 konter check-in, sedangkan area internasional menyediakan 10 konter check-in.
Selain itu tersedia masing-masing tiga fasilitas self check-in counter.
Fasilitas penanganan bagasi juga disiapkan dengan dua unit conveyor belt di area domestik dan satu unit di area internasional.
Siapkan Sumber Daya Manusia
Selain sarana dan prasarana, pihak bandara juga mempersiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan dan penambahan personel untuk mendukung pelayanan penerbangan internasional.
Salah satunya penambahan petugas pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran (PKP-PK) atau airport rescue and fire fighting (ARFF) ditingkatkan dari kategori 5 menjadi kategori 7.
"Kemudian terkait dengan sisi people, kami sudah melakukan berbagai macam pelatihan. Baik kepada petugas information, kepada petugas offsite dan lain-lain," ujar dia.
Granito mengatakan pengelola bandara terus berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai proses, penyiapan alur penumpang untuk penerbangan kedatangan maupun keberangkatan internasional.
Dengan kesiapan fasilitas terminal, kapasitas operasional, sumber daya manusia, serta penjajakan dengan maskapai asing, Bandara Husein Sastranegara kini menunggu penetapan pemerintah untuk kembali membuka akses penerbangan internasional dari Bandung.