Pemotor Tertabrak Kereta hingga Terpental

Kecelakaan tersebut menyebabkan pemotor meninggal di tempat.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 04 September 2026, 17:32 WIB
Pemotor tertabrak KA Baratarahan di Lampung

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan maut terjadi di perlintasan kereta api Km 21+336, petak jalan Stasiun Gedung Ratu-Stasiun Labuhan Ratu, Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (4/9/2026).

Pengendara sepeda motor Honda Beat tewas setelah kendaraannya tertemper Kereta Api (KA) Baratarahan nomor 4124 yang melintas dari arah Stasiun Labuhan Ratu menuju Stasiun Gedung Ratu.

Kapolsek Natar, AKP Setio Budi Howo mengatakan, peristiwa tersebut terjadi pukul 12.02 WIB. Korban bernama Muhammad Adi Wibowo (26), warga Serbajadi II Pemanggilan, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

"Pengendara saat melintas di perlintasan tidak mengetahui bahwa KA 4124 akan melintas," kata Budi.

Menurutnya, korban mengendarai sepeda motor Honda Beat BE 3738 FL dari arah Desa Natar menuju Desa Serbajadi.

Saat berada di perlintasan, korban sempat melihat ke arah kanan atau arah Tanjungkarang. Namun, dari arah tersebut tidak terlihat adanya kereta yang akan melintas.

Korban diduga tidak melihat ke arah kiri, dari mana KA Baratarahan datang dari Stasiun Labuhan Ratu.

"Di saat bersamaan, masinis KA 4124 telah membunyikan semboyan 35 atau suling lokomotif secara berulang sebagai tanda peringatan kereta akan melintas. Korban yang diduga terkejut kemudian tidak sempat menghindari laju kereta. Tabrakan pun tak terelakkan," tuturnya.

Sepeda motor korban ringsek parah setelah tertemper kereta. Kendaraan tersebut bahkan terpental ke sisi kanan jalur rel. Akibat kecelakaan tersebut, korban meninggal dunia di tempat kejadian.

Manager Humas PT KAI Divre IV Tanjungkarang Azhar Zaki Assjari membenarkan adanya kecelakaan tersebut.

Menurut Zaki, peristiwa terjadi pukul 12.05 WIB di Km 21+336 petak jalan Stasiun Gedung Ratu-Stasiun Labuhan Ratu.

"PPKA Stasiun Gedung Ratu melaporkan adanya temperan antara sepeda motor dan KA Baratarahan di perlintasan tidak resmi atau swadaya," ujar Zaki.

KA Baratarahan nomor 4124 sebelumnya berangkat dari Stasiun Labuhan Ratu sekitar pukul 12.03 WIB.

Saat akan melewati lokasi kejadian, masinis Berry bersama asistennya, Ahmad, telah membunyikan semboyan 35 secara berulang.

"Semboyan 35 atau suling lokomotif secara berulang sebagai tanda pengingat akan ada kereta api yang melintas," jelasnya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, pengendara sepeda motor diduga tetap melintas ketika kereta api akan melewati perlintasan tersebut.

"Sesuai penuturan saksi di lokasi, pengendara motor diduga menerobos perlintasan," katanya.

 

Perjalanan Kereta Tetap Berlanjut

Zaki memastikan tidak terdapat kerusakan pada lokomotif akibat kecelakaan tersebut. Kerugian terhadap PT KAI Divre IV Tanjungkarang juga dilaporkan nihil.

Jalur kereta api di petak Stasiun Labuhan Ratu-Gedung Ratu juga dinyatakan aman dan masih dapat dilalui perjalanan kereta api.

"Kami mengingatkan masyarakat agar tidak menerobos perlintasan kereta api, terutama perlintasan yang tidak dijaga. Pengguna jalan harus selalu berhenti, melihat kondisi kiri dan kanan jalur, serta memastikan tidak ada kereta sebelum melintas," tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya