Saham DKFT Melonjak 5,19% Usai Umumkan Dividen Interim Rp 30

PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) akan membayar dividen interim pada 21 September 2026. Berikut daftar lengkap pembagian dividen interim perseroan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 04 September 2026, 06:04 WIB
Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) mengumumkan pembagian dividen interim 2026. Seiring pembagian dividen interim 2026 itu, harga saham DKFT menguat pada perdagangan saham Kamis, 3 September 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat, (4/9/2026), PT Central Omega Resources Tbk mengumumkan pembagian dividen interim 2026 sebesar Rp 169,14 miliar. Pemegang saham akan mendapatkan dividen interim 2026 Rp 30 per saham. Pembagian dividen interim itu sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 2 September 2026.

Perseroan membagikan dividen interim 2026 dengan mempertimbangkan data keuangan per 30 Juni 2026 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk Rp 406,24 miliar, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 517,84 miliar, dan total ekuitas sebesar Rp 1,53 triliun.

 

Berikut jadwal pembagian dividen interim 2026:

  • Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 11 September 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 14 September 2026
  • Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 15 September 2026
  • Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 16 September 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai pada 15 Septemebr 2026, waktu: 16.00
  • Tanggal pembayaran dividen pada 21 September 2026

Seiring pengumuman dividen interim 2026, harga saham DKFT menguat hingga penutupan perdagangan Kamis pekan ini. Mengutip data RTI, harga saham DKFT naik 5,19% menjadi Rp 710 per saham.

Harga saham DKFT dibuka stagnan di Rp 675 per saham. Saham DKFT berada di level tertinggi Rp 720 dan terendah Rp 670 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 3.409 kali dengan volume perdagangan saham 242.590 saham. Nilai transaksi harian Rp 17 miliar.

Penutupan IHSG pada 3 September 2026

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada perdagangan saham Kamis, (3/9/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang menguat dan posisi dolar Amerika Serikat (AS) perkasa terhadap rupiah di kisaran 17.646.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup naik 1,09% menjadi 6.687,89. Indeks saham LQ45 menguat 1,67% menjadi 662,77. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, penguatan dari harga komoditas emas dan batu bara turut mendorong IHSG. Selain itu, nilai tukar rupiah yang menguat terhadap dolar Amerika Serikat.

Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 6.681,83 dan level terendah 6.614,71. Sebanyak 402 saham menguat sehingga angkat IHSG. 213 saham melemah dan 180 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.497.750 kali dengan volume perdagangan saham 40,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.646.

 

 

Sektor Saham

Pekerja tengah melintas di layar pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari 11 sektor saham, dua sektor tertekan. Sektor saham teknologi melemah 1,62%, dan catat koreksi terbesar. Selain itu, sektor saham kesehatan melemah 0,02%. Sektor saham transportasi melonjak 2,45%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham industri melompat 1,89%, sektor saham consumer nonsiklikal menanjak 1,62% dan sektor saham basic mendaki 1,47%.

Lalu sektor saham energi menguat 1,36%, sektor saham consumer siklikal bertambah naik 0,41%, sektor saham keuangan melompat 0,81%, sektor saham properti bertambah 1,4% dan sektor saham infrastruktur menanjak 0,85%.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, saham CBRE melonjak 0,70% menjadi Rp 715 per saham. Saham CBRE dibuka turun lima poin menjadi Rp 705 per saham. Harga saham CBRE berada di level tertinggi Rp 745 dan terendah Rp 685 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 4.232 kali dengan volume perdagangan saham 1.030.294 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 72,5 miliar.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya