Profil Cendi Maumere, Academia Pertama yang Tersenggol di Top 21 Dangdut Academy 8

Cendi Maumere kembali berjuang mempertahankan posisinya di Dangdut Academy 8 Top 21 Grup 1, namun ia harus rela tersenggol.

oleh Umar Syarifuddien SjadjaahDiterbitkan 03 September 2026, 21:56 WIB
Cendi Maumere - © KapanLagi.com/Budy Santoso

Liputan6.com, Jakarta - Perjalanan Cendi Audia atau Cendi Maumere di panggung Dangdut Academy 8 harus berakhir. Academia asal Maumere, Nusa Tenggara Timur, tersebut menjadi peserta pertama yang tersenggol pada babak Top 21 setelah bersaing dalam Grup 1.

Cendi sebelumnya berhasil mencuri perhatian sejak babak audisi. Bukan hanya karena kemampuan vokalnya, perjuangan Cendi sebagai anak seorang nelayan yang turut membantu perekonomian keluarga membuat kisahnya semakin mendapat perhatian. Ia diketahui kerap bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu sang ayah.

Langkah Cendi di Dangdut Academy 8 juga tidak selalu berjalan mulus. Dari perjuangan meraih golden ticket, lolos Final Audition, hingga sempat berada di posisi dua terbawah pada Top 26, Cendi terus berusaha mempertahankan tempatnya. Sayangnya, perjuangan tersebut akhirnya terhenti di Top 21.


Perjuangan Cendi Meraih Golden Ticket

Cendi merupakan salah satu peserta asal Maumere yang sukses mendapatkan golden ticket pada tahap audisi. Saat itu, ia tampil di hadapan Soimah, Dewi Perssik, dan Wika Salim dengan kemampuan vokal yang membuatnya berhak melaju ke Final Audition.

Di balik keberhasilannya, terdapat kisah keluarga yang membuat penampilan Cendi terasa semakin emosional. Ayahnya diketahui bekerja sebagai nelayan yang mencari gurita, sedangkan sang ibu merupakan ibu rumah tangga.

Cendi juga mengaku bernyanyi dari panggung ke panggung untuk membantu keluarga. Ia menyebut bayaran yang diterimanya dari kegiatan tersebut sekitar Rp250 ribu untuk sekali tampil. Perjuangan tersebut membuat Cendi ingin menjadikan Dangdut Academy 8 sebagai kesempatan untuk mengangkat kehidupan keluarganya.


Lolos Final Audition hingga Jadi Academia

Setelah mendapatkan golden ticket, Cendi melanjutkan perjuangannya di Final Audition. Ia tampil dengan sejumlah lagu tantangan dari para juri dan berhasil mendapatkan tiket untuk menjadi academia D'Academy 8.

Dalam salah satu penampilannya, Cendi membawakan "Kamu Istimewa" dan "Kumpulan Dusta". Penampilannya di Final Audition mendapat perhatian berkat karakter vokalnya yang khas. Cendi kemudian dinyatakan lolos langsung dan berhak melanjutkan perjuangan ke babak berikutnya.

Perjalanan tersebut berlanjut hingga Top 37 dan Top 31. Cendi kemudian menjadi salah satu dari 26 academia yang berhasil mengamankan posisi di babak Top 26. Ia berada di bawah bimbingan Coach Selfi Yamma.

Lanjut Baca:

Di tengah perjuangannya di panggung kompetisi, Cendi juga menghadapi situasi berat setelah keluarganya di Maumere terdampak gempa NTT. Keluarga Cendi harus mengungsi meski kondisi tersebut tentu membuat pikirannya terbagi ketika harus tetap tampil di panggung. Momen haru terlihat ketika Cendi mendapat kesempatan menceritakan kondisi keluarganya. Ia tak kuasa menahan tangis saat mengetahui keluarganya masih harus mengungsi setelah gempa. Meski demikian, Cendi tetap berusaha memberikan penampilan terbaik. Pada Top 31, ia membawakan "Insan Biasa" dan berhasil lolos ke Top 26. Penampilannya mendapat apresiasi dari Lesti Kejora, Dewi Perssik, dan Anang Hermansyah, meski sejumlah catatan terkait teknik vokal dan ekspresi juga diberikan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya