Udara Jakarta Memburuk, Patuhi Aturan Ini

Bahaya untuk 3 kelompok usia ini.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 03 September 2026, 17:27 WIB
Berdasarkan data indeks standar pencemaran udara maksimum dari aplikasi JAKI, tampak ada perbedaan kualitas udara di setiap wilayah Jakarta. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruang karena memburuknya kondisi udara Jakarta. Namun, apabila aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari, warga dapat menggunakan pelindung seperti masker.

"Kalau bisa tidak keluar, sebaiknya tidak keluar. Kalau pun harus beraktivitas, kalau kondisinya sedang tidak baik, boleh pakai pelindung seperti masker," kata Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Imbauan ini terutama ditujukan kepada kelompok rentan, seperti bayi, balita, dan lansia. Mereka diminta lebih berhati-hati ketika kualitas udara sedang tidak baik.

"Yang paling penting terutama untuk kelompok rentan, bayi, balita, lansia, harus lebih berhati-hati," ucap Ani.

 

Dampak bagi Kesehatan

Menurut Ani, kualitas udara yang buruk dapat beriringan dengan munculnya penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Karena itu, warga yang mulai merasakan gejala penyakit diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (faskes).

"Memang salah satu kemungkinan penyakit yang muncul beriringan dengan kondisi udara adalah ISPA. Kalau sudah merasa bergejala, ada gejala, langsung datang aja ke faskes, supaya bisa dapat pertolongan dengan cepat," jelas Ani.

Selain mengurangi paparan udara buruk, Ani juga mengingatkan agar warga tetap menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Ia juga mengingatkan bahwa dampak kondisi udara buruk tidak hanya berkaitan dengan ISPA. Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan dapat memburuk, terutama pada orang yang memiliki penyakit penyerta seperti asma dan penyakit paru-paru.

"Prinsipnya adalah penyakit-penyakit yang berhubungan dengan pernapasan. Dan itu akan diperburuk pada orang yang memang sudah punya penyakit penyerta, seperti misalnya punya asma, dia punya sakit paru-paru," tandas Ani.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya