Penjelasan ASDP soal Macet Ketapang Mengular 12 Km

Imbas proyek dermaga, antrean Ketapang tembus 12 km. ASDP percepat penyeberangan Selat Bali pakai 25 kapal jumbo.

oleh Idris Rusadi PutraDiterbitkan 03 September 2026, 14:46 WIB
Situasi Pelabuhan Ketapang Banyuwangi. (Liputan6.com/Hermawan Arifianto)

Liputan6.com, Jakarta - Kemacetan kendaraan mengular sepanjang 12 kilometer menuju Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Pemicu utama adalah proyek revitalisasi infrastruktur yang sedang berlangsung, yakni peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk dan dermaga ponton Pelabuhan Ketapang menjadi movable bridge (MB) berkapasitas 50 ton.

Selama masa pekerjaan, operasional dermaga belum berjalan 100 persen, sehingga jumlah kapal yang beroperasi berkurang dari kondisi normal (28 kapal) menjadi 25 kapal.

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang kini mengoptimalkan pengoperasian kapal berkapasitas besar demi mengurai kemacetan kendaraan yang mengular hingga sekitar 12 kilometer menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan 25 unit kapal feri berukuran besar, termasuk tiga armada perbantuan. Langkah ini diambil untuk mempercepat arus kendaraan sekaligus menjaga kelancaran operasional di lintasan Selat Bali tersebut.

"Perusahaan bersama regulator dan pemangku kepentingan terkait terus melakukan langkah-langkah percepatan untuk mengoptimalkan kapasitas layanan penyeberangan serta mengurai kepadatan kendaraan," ujar Heru dikutip dari Antara, Kamis (3/9).

Ia menegaskan komitmen ASDP untuk terus menyajikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa di tengah dinamika lapangan.

"Kami juga akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan agar layanan pada lintasan ini semakin optimal dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat ke depannya," tambahnya.

Koordinasi dengan Regulator

Antrean kendaraan yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Gilimanuk bali melalui Pelabuhan Ketapang Banyuwangi (Istimewa)

Menurut Heru, penyiapan armada berkapasitas besar ini dijalankan lewat koordinasi ketat bersama regulator demi mendongkrak daya tampung penyeberangan.

Penumpukan kendaraan menuju Selat Bali ini dipicu oleh proyek perbaikan infrastruktur, yaitu peningkatan kapasitas Dermaga 2 Pelabuhan Gilimanuk serta konversi dermaga ponton di Pelabuhan Ketapang menjadi dermaga movable bridge (MB) berdaya angkut hingga 50 ton.

"Peningkatan kapasitas dermaga ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat keandalan infrastruktur penyeberangan serta mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang," jelas Heru.

Berdasarkan pemantauan di lokasi, kemacetan di jalur Pantura dari arah Situbondo menuju Pelabuhan Ketapang telah terjadi selama sepekan terakhir. Kepadatan ini disebabkan oleh kombinasi lonjakan volume kendaraan logistik dan pengerjaan proyek peningkatan dermaga di jalur Ketapang-Gilimanuk.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya