Liputan6.com, Jakarta - Google resmi meluncurkan Gemini 3.8 Flash, model terbaru kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan untuk keamanan siber pemerintah dan perusahaan. Peluncuran produk baru ini dalam upaya Google melindungi pendapatan AI dari tekanan harga pada industri.
Melansir laman investing.com, Kamis (3/9/2026), raksasa teknologi tersebut meluncurkan 2 varian Gemini 3.8 Flash, yakni Gemini 3.8 Flash dengan model workhorse dan diklaim paling cerdas.
Advertisement
AI ini merupakan hasil peningkatan signifikan dibandingkan 3.7 Flash dalam bidang rekayasa perangkat lunak, tugas berbasis agen (agentic tasks), serta penalaran kritis multi-langkah di berbagai bidang khusus.
Model ini tersedia dengan harga perkenalan yang sama seperti 3.7 Flash, yakni US$ 0,75 per satu juta token input dan US$ 3,75 per satu juta token output.
Varian kedua adalah Gemini 3.8 Flash Cyber. Varian khusus yang dirancang untuk mendeteksi kerentanan dan melakukan penambalan perangkat lunak secara otomatis.
Disebutkan ini model keamanan siber paling mumpuni, dengan performa kelas terdepan (frontier-level) dalam mendeteksi kerentanan dan melakukan penambalan secara otomatis.
Berbeda dengan model AI komersial standar yang dilengkapi filter keamanan ketat untuk mencegah penyalahgunaan, varian keamanan siber ini secara khusus dirancang untuk memungkinkan para pendukung keamanan siber menyimulasikan serangan dan memperbaiki celah keamanan kritis.
Untuk mengurangi risiko model tersebut disalahgunakan oleh pihak yang berniat jahat, Google membatasi akses ke Gemini 3.8 Flash Cyber melalui inisiatif baru bernama Fairwind Program.
Pada tahap awal, program ini hanya terbuka bagi otoritas pemerintah yang telah terverifikasi, pengelola perangkat lunak, serta operator infrastruktur nasional yang kritis.
CEO Google Sundar Pichai menyoroti peluncuran tersebut melalui postingan di platform X. Dia menyebut Gemini 3.8 Flash Cyber sebagai “model keamanan siber Google yang paling mumpuni” dan menekankan kemampuannya menghadirkan “performa kelas terdepan dalam menemukan kerentanan dan menambalnya dalam skala besar, dengan kecepatan dan harga ala Flash.”
Perubahan Strategi
Peluncuran dua model tersebut mencerminkan perubahan strategi yang lebih luas di kalangan pengembang AI. Ketika API untuk pembuatan teks standar menghadapi persaingan harga yang semakin ketat, perusahaan teknologi berlomba menciptakan produk perangkat lunak khusus dengan margin tinggi untuk sektor-sektor yang sensitif dan memiliki regulasi ketat.
Google menyatakan hasil pengujian awal menunjukkan bahwa Gemini 3.8 Flash Cyber mampu menyamai tolok ukur terdepan (state-of-the-art) dalam penambalan kerentanan, sekaligus menghasilkan lebih banyak patch yang benar untuk basis kode kompleks dibandingkan perangkat umum sejenis.
Pengumuman ini muncul ketika persaingan di sektor teknologi semakin sengit untuk menyediakan perangkat lunak otomatis bagi operasi pertahanan dan keamanan perusahaan. Para pesaing Google juga berupaya membangun pijakan awal dalam aplikasi pemerintahan, sembari menyeimbangkan pengamanan untuk melindungi publik dengan kebutuhan menyediakan model yang kuat