Warga di Situbondo Terpaksa Jalan Kaki 2 Kilometer Demi Air Bersih

Air yang dijatah harus dihemat untuk 2 hari.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 03 September 2026, 12:00 WIB
Warga Desa Gunung Putri Situbondo Berburu Air Bersih (Foto: Hermawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan warga Dusun Sokaan, Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh, sudah sibuk sejak pagi. Di tangan mereka, tampak jeriken kosong ditenteng.

Setelah berjalan cukup jauh dari rumah, mereka tiba di satu titik. Di sana, mereka membuat antrean demi mendapatkan setetes air bersih.

Sejak Mei 2026 kemarin, kampung mereka krisis air bersih. Pemicunya, tidak ada hujan dan keringnya sungai akibat musim kemarau. Empat bulan terakhir, warga hanya bergantung pada debit mata air pegunungan yang sebenarnya terus menyurut.

​Ririn, salah satu warga Dusun Sokaan Barat, mengungkap beratnya perjuangan warga untuk mendapatkan pasokan air bersih harian demi keperluan memasak, minum, hingga sanitasi.

​"Sudah empat bulan kami kesulitan air. Setiap hari harus jalan kaki sekitar 2 kilometer ke sumber mata air," tutur Ririn. "

Dia, sangat berharap pemerintah bisa membangun sumur bor di desa ini. " Kalau ada sumur bor, kami tidak perlu terus-menerus bergantung pada bantuan tangki air," tambah Ririn

 

Sekali Menampung untuk 2 Hari

​ Kekeringan, Warga Desa Gunung Putri Situbondo, Tempuh Jarak 2 Kilometer Cari Air Bersih

Sementara itu, ​Kepala Desa Gunung Putri, Titin Murtinah, mengonfirmasi bahwa dampak kemarau kini meluas hingga ke lima RT. Menurutnya, akses air dari mata air lokal sangat terbatas dan tidak mencukupi kebutuhan harian warga.

​"Jika bantuan tangki tidak datang, warga harus menempuh jarak 2 kilometer hanya untuk dapat sekitar 15 liter air. Jumlah itu harus dihemat-hemat untuk dua hari," ujar Titin.

​Titin mengamini pembangunan sumur bor permanen menjadi solusi jangka panjang yang sangat mendesak agar krisis tahunan di wilayah pegunungan ini dapat teratasi secara menyeluruh.

Hari ini, Pemerintah Kabupaten Situbondo telah mendistribusikan ribuan liter air bersih ke wilayah terpencil di Desa Gunung Putri, Kecamatan Suboh. Langkah ini diambil guna meringankan beban lebih dari 2.000 jiwa yang dilanda krisis air bersih akibat musim kemarau panjang.

​Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, turun langsung ke lokasi untuk menyerahkan bantuan armada armada tangki air kepada warga terdampak.

​"Setiap musim kemarau, warga kami di Desa Gunung Putri selalu mengalami krisis air bersih. Hari ini kami bawa dua armada tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter untuk membantu kebutuhan mendesak masyarakat," tegas Bupati Rio, Kamis (3/9/2026).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya