Iran Serang Negara Teluk Pasca AS Hantam Lokasi Pesta Pernikahan

Pertempuran AS dan Iran kembali memanas setelah sempat mereda selama sekitar satu bulan.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 03 September 2026, 08:20 WIB
Kerusakan terlihat pada sebuah bangunan yang menurut media Iran terkena serangan Amerika Serikat di Kuhestak, Iran selatan, Rabu (2/9/2026) dini hari. (Dok. Masoud Mohammadi/Tasnim News Agency via AP)

Liputan6.com, Teheran - Iran kembali melancarkan serangan ke sejumlah negara di kawasan Teluk pada Rabu (2/9/2026) dini hari, menyasar wilayah sekutu Amerika Serikat (AS) setelah AS menggempur sejumlah target di Iran sepanjang malam.

Kuwait dan Bahrain mengatakan wilayah mereka menjadi sasaran serangan Iran. Tidak ada korban yang dilaporkan dari kedua negara tersebut.

Serangan itu terjadi setelah Iran sebelumnya menembakkan rudal ke pangkalan-pangkalan AS di Yordania. Rudal-rudal tersebut berhasil dicegat.

Ketegangan kembali memanas sejak militer AS menyerang peluncur roket Iran di sebuah pulau di Selat Hormuz pada akhir pekan. AS menyebut peluncur tersebut akan digunakan Iran untuk memasang ranjau di jalur pelayaran strategis itu.

Iran kemudian membalas dengan memperluas serangan terhadap kepentingan AS dan sekutunya di kawasan.

"Kalian akan segera melihat bahwa strategi baru Iran di medan perang, diplomasi, dan dalam menghadapi blokade ekonomi akan mengguncang fondasi kalian," tulis Mohsen Rezaei melalui X.

Rezaei baru-baru ini ditunjuk sebagai kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Serangan juga dilaporkan terjadi di Irak. Otoritas Kurdi mengatakan mereka mencegat 10 drone bermuatan bahan peledak di wilayah Erbil. Televisi Iran melaporkan pangkalan-pangkalan AS di kota tersebut menjadi sasaran.

Di Lebanon selatan, militer Israel mengatakan Hizbullah yang didukung Iran mengirim dua drone bermuatan bahan peledak ke arah pasukan Israel. Tidak ada korban dalam serangan tersebut.

Gelombang serangan Iran itu menyusul bombardemen AS terhadap sejumlah sasaran militer Iran pada Selasa (1/9) malam.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan tersebut menyasar fasilitas pertahanan udara, sistem radar, serta aset maritim Iran.

Namun, media pemerintah Iran melaporkan salah satu serangan AS menghantam sebuah rumah yang sedang digunakan untuk menggelar pesta pernikahan di Kuhestak, kota pesisir yang menghadap Selat Hormuz.

Empat orang dilaporkan tewas, terdiri atas dua perempuan dan dua anak berusia 4 dan 16 tahun. Sedikitnya 68 orang lainnya terluka.

Sesaat setelah serangan, Wakil Gubernur Ahmad Nafisi sempat menyebut lima orang tewas. Tidak ada penjelasan mengenai perubahan jumlah korban tersebut.

Iran juga mengatakan empat anggota Garda Revolusi dan 10 anggota pasukan relawan Basij tewas dalam rangkaian serangan AS. Secara keseluruhan, menurut Menteri Kesehatan Iran yang dikutip lembaga penyiaran pemerintah IRIB, 108 orang terluka dalam serangan terbaru tersebut.

Seorang pakar persenjataan mengatakan kepada Associated Press bahwa foto serpihan amunisi yang menurut media Iran berasal dari serangan di Kuhestak menunjukkan senjata tersebut buatan AS dan diluncurkan dari udara.

Direktur lembaga riset senjata dan amunisi Armament Research Services (ARES), N.R. Jenzen-Jones, menilai senjata itu kemungkinan merupakan JSOW, sejenis bom berpemandu. Namun, ia tidak menutup kemungkinan penggunaan rudal jelajah SLAM-ER atau lebih dari satu jenis senjata dalam serangan tersebut.

CENTCOM menolak mengomentari temuan itu.

Juru bicara CENTCOM Kapten Tim Hawkins sebelumnya mengatakan militer AS mengetahui laporan mengenai serangan tersebut dan sedang memeriksanya. Ia tidak menjelaskan apakah penyelidikan resmi telah dibuka.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya