Liputan6.com, Jakarta - Kondisi ratusan korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo kini kian membaik. Tercatat masih ada 34 santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam yang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, 34 santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam yang menjalani perawatan intensif di RSI Siti Hajar Sidoarjo kondisinya semakin membaik.
Advertisement
"Semua pasien sudah dalam keadaan membaik dan sehat. Jika kondisi terus stabil, hari ini mereka sudah diperbolehkan pulang," ujar Subandi, Kamis (3/9/2026).
Sebelumnya, lima santri terakhir yang dirawat di RSUD Notopuro Sidoarjo juga telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang pada Rabu sore. Dengan demikian, RSI Siti Hajar menjadi satu-satunya fasilitas kesehatan yang masih merawat korban tersisa.
Insiden yang bermula pada Selasa (1/9/2026) tersebut berdampak luas. Di Ponpes Manba'ul Hikam saja, tercatat sedikitnya 566 santri mengalami gejala mual, sakit perut, hingga lemas setelah mengonsumsi hidangan yang disajikan.
Indikasi insiden serupa juga ditemukan di 18 lembaga pendidikan di Sidoarjo yang mengonsumsi menu makanan dari penyedia yang sama. Makanan tersebut berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanggulangin Kali Tengah, Sidoarjo.
"Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menerbitkan surat penghentian sementara (suspend berat) terhadap operasional SPPG terkait per Rabu siang," tambahnya.
Sampel makanan saat ini sedang diuji di laboratorium. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar paling cepat dalam satu minggu.