Bom Mobil Meledak di Depan Kantor Polisi Kolombia, 1 Orang Tewas

Ledakan bom mobil di depan kantor polisi di Kolombia menewaskan satu warga dan melukai 11 lainnya.

oleh Septian DenyDiterbitkan 02 September 2026, 13:00 WIB
Ilustrasi ledakan bom. (Dok. AP/Santiago Saldarriaga)

Liputan6.com, Bogota - Sedikitnya satu warga sipil tewas dan 11 orang lainnya terluka setelah sebuah bom mobil meledak di luar kantor polisi di timur laut Kolombia, Selasa waktu setempat.

Dikutip dari Associated Press, Rabu (2/9/2026), ledakan terjadi sekitar tengah malam di Los Patios, sebuah kota yang berada di perbatasan Kolombia dengan Venezuela dan merupakan bagian dari kawasan metropolitan Cucuta. Sejumlah anggota kepolisian diyakini termasuk di antara mereka yang terluka.

Presiden Abelardo de la Espriella mengatakan pemerintah akan memburu pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Kolombia tidak akan menyerah kepada terorisme,” tulis de la Espriella dalam sebuah unggahan di X.

Serangan Serupa Terjadi di CucutaLedakan tersebut terjadi setelah serangan serupa pada Agustus. Saat itu, sebuah ledakan di luar kantor polisi di Cucuta melukai 11 anggota kepolisian dan menewaskan seekor anjing polisi.

Pejabat setempat menuding kelompok National Liberation Army (ELN), kelompok pemberontak terbesar yang masih aktif di Kolombia, sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Wilayah sekitar Cucuta telah lama menjadi medan perebutan pengaruh antara kelompok kriminal narkoba dan kelompok pemberontak. Mereka bersaing memperebutkan jalur penyelundupan yang mengarah ke Venezuela.

Konflik Kembali Meningkat

Kesepakatan damai yang ditandatangani pemerintah Kolombia dan Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC) sekitar satu dekade lalu sempat mengurangi kekerasan di berbagai wilayah negara tersebut.

Namun, tindak kriminal kembali meningkat di sejumlah daerah ketika kelompok-kelompok yang lebih kecil saling berperang dan menyerang pemerintah Kolombia demi menguasai wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali FARC.

De la Espriella, yang dilantik sebagai presiden pada Agustus, sebelumnya berjanji akan memberantas kejahatan.

Ia juga baru-baru ini membatalkan perundingan damai yang selama ini dilakukan pemerintah Kolombia dengan berbagai kelompok pemberontak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya