Liputan6.com, Washington, DC - Keramaian Times Square, New York, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Senin sore. Seorang perempuan bersenjatakan dua pisau menyerang dua orang secara acak. Salah satu korban tewas, sementara pelaku kemudian ditembak mati polisi setelah menolak meletakkan senjatanya.
Dikutip dari The New York Times, Rabu (2/9/2026), Komisioner Kepolisian New York Jessica S. Tisch mengatakan polisi telah berusaha membujuk perempuan tersebut untuk menyerahkan pisaunya selama empat menit. Namun, perempuan itu menolak.
Advertisement
“Saya tidak akan menjatuhkan apa pun. Saya lebih baik membunuh kalian berdua,” katanya kepada petugas.
Kekacauan terjadi sesaat sebelum pukul 16.30 waktu setempat. Menurut Tisch, perempuan bernama Pamela Cisneros, 49 tahun, mendekati seorang pria berusia 68 tahun yang baru saja keluar dari stasiun kereta bawah tanah bersama istrinya.
Pasangan itu tengah menunggu untuk menyeberang jalan di West 41st Street dan Seventh Avenue ketika Cisneros mengeluarkan dua pisau dari sebuah tas merah Target. Ia menusuk pria tersebut di bagian samping perut, lalu berjalan menuju 42nd Street.
Kurang dari 20 detik kemudian, serangan berikutnya terjadi.
Aliou Dieye, 62 tahun, seorang pedagang yang menjual kacamata hitam dan topi bisbol di dekat lokasi kejadian, mengatakan ia melihat Cisneros membawa pisau dan mendekati seorang perempuan lain tepat di depan lapaknya.
“Dia tidak mengatakan apa-apa. Dia berjalan mendekatinya. Dia menusuknya di perut,” ujar Dieye.
Korban terjatuh di trotoar. Dieye dan seorang temannya kemudian menelepon 911 ketika pelaku berjalan ke arah utara.
Korban itu adalah Erin Piacenti, 32 tahun, dari Chester, New Jersey. Polisi mengatakan Piacenti dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit. Ia bekerja sebagai Wakil Presiden Bank of America. Seorang pejabat penegak hukum mengatakan Piacenti sedang dalam perjalanan pulang ketika diserang.
Tisch menyebut kejadian tersebut sebagai “serangan yang tidak masuk akal”. Sementara itu, pria berusia 68 tahun yang menjadi korban pertama berada dalam kondisi stabil.
Seorang pejabat penegak hukum mengidentifikasinya sebagai Tak Kam dari Kingston, Rhode Island. Ia sedang berada di New York untuk mengunjungi putranya yang tinggal di kota tersebut.
Pelaku Ditembak Polisi
Cisneros kemudian berhadapan dengan polisi di West 43rd Street, dekat sebuah kantor cabang Kepolisian New York.
Sedikitnya dua video merekam apa yang terjadi setelahnya. Salah satu video yang diunggah di X memperlihatkan Cisneros memegang satu pisau di masing-masing tangan saat berhadapan dengan polisi.
Para petugas berdiri membentuk setengah lingkaran sekitar 10 kaki atau sekitar 3 meter darinya. Di tengah situasi tersebut, kendaraan dan pejalan kaki masih terus berlalu-lalang.
Setelah sekitar 38 detik, seseorang terdengar berteriak, “Taser (senjata kejut listrik) dia!”
Cisneros mulai mengayunkan tangannya. Teriakan tersebut kembali terdengar. Beberapa suara keras kemudian terdengar, sementara kabel yang terhubung dengan proyektil Taser terlihat di dekat Cisneros. Seorang petugas yang tampak membawa senjata Taser juga terlihat dalam rekaman.
Tisch mengatakan dua petugas menembakkan Taser ke arah Cisneros.
Namun, Cisneros kemudian bergerak menyerang ke arah para petugas. Dua atau tiga tembakan terdengar sebelum ia jatuh.
Video lain yang diberikan seorang mantan pejabat penegak hukum dan direkam dari belakang barisan polisi memperlihatkan sedikitnya tujuh petugas mengepung Cisneros. Di belakang mereka, iklan sebuah toko perhiasan terus tampil di layar-layar video raksasa Times Square ketika Cisneros berlari menuju polisi.
Suara tembakan juga terdengar dalam rekaman tersebut.
Sempat Dikira Bagian dari Pengambilan Gambar Film
Penusukan terjadi sekitar sepekan sebelum Labor Day, ketika pengunjung musim panas memenuhi Times Square, salah satu tujuan wisata terbesar di kota tersebut.
“Ini adalah situasi yang sangat berbahaya yang terjadi di jantung Times Square, persimpangan dunia,” kata Tisch.
Kerumunan orang memenuhi lokasi kejadian sepanjang sore. Seorang bahkan membawa pengeras suara dan memutar lagu tema “Law & Order: Special Victims Unit”.
Banyak orang lainnya sempat mengira kejadian tersebut merupakan bagian dari pengambilan gambar film.
Karyn Dasent, 48 tahun, yang sedang mengunjungi kota tersebut dari Trinidad, mengaku merasa tidak nyaman setelah kejadian itu.
“Ini membuat saya merasa tidak tenang hanya untuk berjalan-jalan di sekitar sini,” katanya.