Viral di Amerika Selatan, Anak Muda Peru Adu Aura Farming

Apa itu aura farming yang kini tengah vira di Peru?

oleh Nasywa FakhirahDiterbitkan 02 September 2026, 18:35 WIB
Peserta Aura Farming Berkostum Chainsaw Man dan Maduro (AP/Martin Mejia)

Liputan6.com, Lima - Puluhan anak muda berkumpul di sebuah pantai di Lima, Peru, untuk mengikuti "pertarungan aura". Mereka berdansa, berpose, dan menunjukkan berbagai gerakan kreatif demi mendapatkan sorakan penonton sekaligus membuktikan siapa yang memiliki "aura" paling kuat.

Dikutip dari AP News, Rabu (2/9/2026), acara tersebut merupakan bentuk nyata dari tren internet yang dikenal sebagai aura farming. Tren tersebut tengah populer di sejumlah negara Amerika Latin.

Para peserta tampil dengan berbagai kostum yang terinspirasi dari karakter komik, film, hingga animasi. Mereka kemudian bergantian menunjukkan kemampuan menari dan melakukan gerakan unik di hadapan penonton.

Peserta yang mendapatkan sorakan paling meriah serta mampu menunjukkan gerakan paling kreatif berhak melaju ke babak berikutnya.

Salah seorang peserta mengenakan kostum Spider-Man. Ia melakukan gerakan berguling ke depan yang dilanjutkan dengan push-up sambil diiringi musik yang diputar di lokasi.

Peserta lainnya menunjukkan gerakan yang tak kalah unik. Ia melompat dengan satu kaki sembari menendangkan kaki lainnya ke depan, menciptakan gerakan yang seolah-olah diambil langsung dari sebuah video game.

"Aura farming adalah tentang membiarkan esensi diri seseorang mengalir di tempat yang sedang diperhatikan banyak orang, tanpa rasa malu," ujar Liam Gonzales, mahasiswa jurusan film berusia 20 tahun yang menghadiri acara tersebut dengan mengenakan kostum karakter dari film Shrek.

Selain kostum karakter fiksi, sejumlah peserta juga memilih tampil dengan tokoh dunia nyata sebagai inspirasi.

Salah satunya adalah Gonzalo Cornelio, 19 tahun, yang datang dengan penampilan menyerupai mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Ia mengenakan setelan olahraga berwarna abu-abu yang merujuk pada pakaian yang dikenakan Maduro pada malam ketika dirinya ditangkap oleh militer Amerika Serikat.

Fenomena aura farming sendiri berkembang dari media sosial dan kemudian diadaptasi menjadi berbagai tantangan serta kompetisi di dunia nyata. Bagi para pesertanya, ajang tersebut bukan sekadar kompetisi menari, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepercayaan diri dan kreativitas di depan publik.

Awal Mula Kontes Aura Farming

Pertarungan Aura di Peru (AP/Martin Mejia)

Kompetisi aura farming pertama muncul di Brasil dan menyebar lewat media sosial. Sekarang, para remaja dan orang dewasa melakukan duel aura di seluruh Amerika Latin.

"Ini bukan tentang menjadi populer," tutur seorang dosen di Fakultas Seni Universitas Los Andes di Kolombia, Maria Paula Martinez. "Ini soal memancarkan energi positif dan membuat orang lain menyadarinya."

Selayaknya karakter video game yang mengumpulkan poin, orang-orang yang melakukan "aura farming" berusaha mendapat hadiah. Dalam hal ini, tujuannya untuk menciptakan energi positif, sehingga meningkatkan "aura" mereka. Ini adalah istilah yang menurut beberapa tradisi spiritual, merujuk kepada medan energi yang mengelilingi manusia.

Seorang content creator asal Peru berumur 25 tahun, Fernando Licito, berkata bahwa dalam pertarungan aura, para peserta tidak saling bersentuhan atau saling menghina. "Mereka hanya mengumpulkan aura," tutur Licito. "Dan siapapun yang berhasil membuat penonton bersorak paling meriahlah yang menang."

Licito juga menyebutkan bahwa melihat sebuah video pada bulan Juni lalu tentang aura farming di Brasil dan memutuskan untuk membawa ide tersebut ke Peru. Sejauh ini, ia sudah mengadakan tiga pertarungan aura di sana.

Di dalam kontesnya, beberapa peserta meniru selebrasi gol ala bintang sepak bola Cristiano Ronaldo, yaitu dengan mengulurkan lengan ke bawah dan mengeluarkan suara yang terdengar seperti "siuu."

Peserta lain juga melakukan tren lain di dunia maya, seperti berulang kali mengucapkan "six, seven" sembari menggerakan tangan mereka.

Duel aura sudah menyebar ke kota-kota di Amerika latin, termasuk Kota Meksiko, Quito dan Buenos Aires, di mana puluhan orang melakukan pertarungan di depan Obelisk, salah satu monumen paling ikonik di ibu kota Argentina. Kontes-kontes tersebut juga sudah sampai ke Spanyol, dengan acara-acara yang digelar di Madrid, Burgos, dan Zaragoza.

Martinez berkata bahwa konsep dari aura farming sudah melampaui dunia digital hingga sampai ke ruang fisik, sehingga memungkinkan para remaja untuk bersosialisasi.

 

Pihak yang Mendukung dan Menentang

Peserta Aura Farming Berkostum Ciclope dan Chamo (AP/Martin Mejia)

Namun, beberapa pertarungan aura mendapatkan perlawanan. Di distrik Miraflores, Lima, pihak berwenang baru-baru ini membatalkan acara aura farming dengan alasan bahwa penyelenggara belum mendapat izin yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan acara tersebut di ruang publik.

Di bulan Juli, wali kota Cuiaba, sebuah kota di barat daya Brasil, menolak izin penyelenggaraan turnamen aura dengan alasan hal itu tidak sesuai dengan kepentingan publik. Akhirnya, acara tersebut dipindahkan ke kampus sebuah universitas.

Selain itu, di Kosta Rika, Kementerian Pendidikan melarang pertarungan aura di sekolah-sekolah negeri beralasan hal itu dapat memicu konflik di antara siswa atau mengganggu proses belajar mengajar.

Sebaliknya, di Meksiko, menteri pendidikan justru merangkul tren tersebut dengan mengunggah video di mana ia tersenyum dan berkata ia sedang "mengumpulkan pendidikan yang baik" saat negara tersebut bersiap untuk tahun ajaran baru.

Gonzales, seorang peserta dengan kostum Shrek mengaku bahwa hobi ini memberinya cara untuk bersenang-senang dan mengekspresikan diri, walaupun neneknya tidak mengerti apa yang dilakukannya dan menganggap itu konyol. "Kami lahir di era yang berbeda," ucapnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya