KAI Gandeng Pemda Bali Kaji Rencana Trem Listrik Bandara-Canggu

Manajemen KAI memastikan setiap tahap pembangunan trem listrik di Bali dilakukan secara cermat dan hati-hati.

oleh Arief Rahman HDiterbitkan 01 September 2026, 21:43 WIB
KAI dan Pemerintah Daerah Provinsi Bali sepakat kerja sama membangun transportasi perkeretapian di Bali. (Foto: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah Provinsi Bali dan Kabupaten Badung. Kerja sama ini jadi permulaan rencana pengembangan transportasi perkeretaapian di Pulau Dewata.

Kesepakatan kerja sama diteken oleh Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, Gubernur Bali Wayan Koster, dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Rencananya dibangun trem listrik bertenaga baterai yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai ke kawasan Canggu, Kabupaten Badung.

"KAI siap membawa pengalaman dan kompetensi perkeretaapian dalam proses kajian bersama. Setiap tahap akan disiapkan secara cermat, prudent, dan sesuai regulasi agar rencana yang dihasilkan feasible serta memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas masyarakat dan pengembangan wilayah Bali,” kata Bobby, mengutip keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).

Bobby menerangan, ruang lingkup kesepakatan meliputi inventarisasi data dan informasi, penyusunan kajian kelayakan dan/atau Detail Engineering Design (DED), integrasi antarmoda, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta koordinasi dengan kementerian/lembaga, badan usaha, dan pemangku kepentingan terkait.

Kesepakatan Bersama ini berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat ditindaklanjuti melalui Perjanjian Kerja Sama sesuai kewenangan masing-masing pihak.

"Melalui kesepakatan ini, kami bersama pemerintah daerah mulai mempelajari bagaimana perkeretaapian dapat menjadi bagian dari pengembangan sistem transportasi Bali,” ujar Bobby.

Potensi Ekonomi Bali

Bobby tak sembarangan. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, ekonomi Bali pada Triwulan II-2026 tumbuh 5,78% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perekonomian Bali pada periode tersebut mencatat PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp 89,27 triliun. Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi kontributor terbesar dengan porsi 21,91%.

“Perkembangan ekonomi dan aktivitas pariwisata Bali perlu diikuti dengan perencanaan transportasi yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas ke depan," ucapnya.

BPS turut mencatat wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Bali pada Juni 2026 mencapai 605.013 kunjungan, meningkat 4,63% dibandingkan Mei 2026 sebanyak 578.251 kunjungan.

 

 

Buat Perencanaan Transportasi

KAI dan Pemerintah Daerah Provinsi Bali sepakat kerja sama membangun transportasi perkeretapian di Bali. (Foto: Istimewa)

Pada bulan yang sama, jumlah penumpang penerbangan internasional yang berangkat dari Bali mencapai 650.838 orang, meningkat 4,93% dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, penumpang penerbangan domestik yang berangkat dari Bali tercatat 329.891 orang atau meningkat 4,68%.

Kaji Menyeluruh

Menurut Bobby, karakter Bali sebagai salah satu pusat pariwisata Indonesia membuat perencanaan transportasi perlu melihat keterhubungan antara pusat aktivitas masyarakat, kawasan pariwisata, serta berbagai moda transportasi yang telah tersedia.

“Bali memiliki karakter mobilitas dan pengembangan wilayah yang khas. Karena itu, kebutuhan, potensi, integrasi antarmoda, hingga kelayakan pengembangan perkeretaapian perlu dipelajari secara menyeluruh agar rencana yang disiapkan memiliki dasar yang kuat dan sesuai dengan kebutuhan daerah,” kata Bobby.

 

Dibangun Maret 2027

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Bali bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan membangun jaringan kereta api trem di Provinsi Bali. Proses pembangunan rencananya dimulai Maret 2027, tahun depan.

Rencana itu ditandai dengan penandatanganan kerja sama pengembangan perkeretaapian dilaksanakan di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026). Trem listrik bertenaga baterai itu akan membentang 12 kilometer (km) dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke kawasan Canggu di Kabupaten Badung.

Groundbreaking ditargetkan Maret 2027, trase pertama ditargetkan beroperasi pada 2028, sedangkan seluruh jalur hingga Canggu ditargetkan beroperasi pada 2029.

“Infrastruktur transportasi harus dikembangkan secara hati-hati. Kemajuan teknologi tidak boleh menghilangkan identitas dan harmoni Bali,” kata Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengutip keterangan resmi, Selasa (1/9/2026).

 

Alternatif Wilayah Padat

Senada, Gubernur Bali Wayan Koster, menyebut kerja sama ini merupakan tindak lanjut atas usulan Kementerian Bappenas dan Pemprov Bali untuk memperbaiki fasilitas dan sistem transportasi. Fokus utama berada pada wilayah Kabupaten Badung, yang menghadapi persoalan kepadatan lalu lintas.

"Pengembangan transportasi harus tetap, Memperhatikan keunikan Bali, Menjaga keindahan Bali, Mendukung pariwisata dan Tidak mengganggu kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Dia menekankan pembangunan trem tidak boleh mengganggu ekosistem pariwisata Bali. Jalur transportasi harus memperhatikan keberadaan hotel, akomodasi wisata, objek pariwisata, lingkungan, permukiman, dan kehidupan masyarakat sepanjang trase. "Kenyamanan wisatawan harus tetap dijaga. Keberadaan trem justru diharapkan dapat menjadi daya tarik baru bagi pariwisata Bali,” kata Koster.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya