Bulog Pastikan Seluruh Wilayah Gempa NTT Tersentuh Bantuan

Tekan risiko daerah terisolasi, Bulog siagakan puluhan ton beras darurat untuk amankan penyaluran bantuan korban gempa NTT.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 01 September 2026, 19:15 WIB
Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani. Dok Bulog

Liputan6.com, Jakarta - Perum Bulog melaporkan belum menemukan daerah atau desa terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang belum tersentuh bantuan hingga Selasa (1/9/2026). Dalam penyalurannya, Bulog bergerak melalui BPBD di setiap wilayah di bawah koordinasi BNPB.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menjelaskan bahwa posko BNPB di tingkat pusat dan daerah telah terintegrasi langsung dengan sistem penyaluran Bulog. Mekanisme ini memudahkan pemerintah daerah mengajukan tambahan bantuan secara cepat jika menemukan wilayah yang terisolasi.

"Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada wilayah darurat yang sama sekali belum menerima bantuan," ujar Rizal dalam konferensi pers Update Bantuan Bencana NTT di Kantor Pusat Perum Bulog, Selasa (1/9/2026).

Rizal menegaskan, Bulog tidak menyerahkan bantuan secara fisik langsung kepada masyarakat, melainkan melalui BPBD dan kepala daerah setempat. Langkah ini diambil agar pemerintah daerah bisa mengatur distribusi bantuan secara presisi sesuai kondisi dan kebutuhan riil di lapangan.

Antisipasi Situasi Mendesak

Warga mencuci peralatan masak di samping tenda di sebuah lapangan terbuka di Marapokot, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. (AFP/ Juni Kriswanto)

Untuk mengantisipasi situasi mendesak, Bulog juga menyiagakan stok darurat berupa 10 ton beras di bandara dan 10 ton beras di pelabuhan.

"Jika ada daerah terdampak yang membutuhkan bantuan mendesak, pasokan emergensi bisa langsung diambil dari stok beras yang kami siagakan di bandara maupun pelabuhan," tambah Rizal.

Pola koordinasi tersentralisasi melalui posko BNPB ini menjadi strategi utama Bulog untuk memastikan seluruh wilayah terdampak gempa NTT dapat terjangkau tanpa ada yang terlewat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya