Harsiwi Achmad Ungkap Pencapaian Emtek Group Sebagai Official Broadcaster BRI Super League

Di SCTV Tower, Emtek paparkan kesiapan menayangkan BRI Super League 2026/2027. Indosiar puncaki pangsa pemirsa; tema baru 'Indonesia Menyala' dirilis.

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 01 September 2026, 16:59 WIB
Direktur Emtek Media, Harsiwi Achmad, memaparkan rencana siaran sebagai pemegang hak siar resmi BRI Super League 2026/2027 dalam konferensi pers di SCTV Tower, Jakarta, Selasa (1/9/2026). (Bola.com/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - Emtek Media menegaskan kesiapan menayangkan BRI Super League musim 2026/2027 dalam seremoni BRI x I.League di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026). Direktur Emtek Media, Harsiwi Achmad, memaparkan rencana siaran sebagai pemegang hak siar resmi.

Ia menyebut ekosistem Emtek akan menempatkan kompetisi ini di kanal utama grup. Emtek Media mencatat audience share keseluruhan 40 persen; Indosiar berada di posisi teratas dan disiapkan sebagai layar utama BRI Super League. Sejak awal tahun hingga kini, audience share Indosiar 17,6 persen, sedangkan SCTV berada di posisi kedua.

Musim kali ini bergulir lebih lambat dari kebiasaan karena baru dimulai pada September, bukan Agustus.

"Betapa besarnya BRI Super League ini memang betul sekali. Kita memang di TV sedang menunggu-nunggu karena ini mulainya itu agak lambat. Biasanya kan Agustus, tapi kita mulai tahun ini pada September. Namun sebenarnya kalau dari sisi environment itu BRI Super League itu mendapat tempat yang sangat pas dengan Emtek Media sebagai official broadcaster," ujar Harsiwi.


Performa BRI Super League Musim Lalu

BRI Super League logo. (Bola.com/Wiwig Prayugi)

Menurut Harsiwi, capaian Indosiar juga kuat pada perhitungan bulanan 2026, baik saat ada pertandingan maupun tidak.

"Kalau kita lihat lagi month by month di tahun ini audience share Indosiar itu juga berada di posisi sangat atas, yaitu 19 persen. Jadi kalau pada saat ada sepak bola tetap tinggi, tidak ada bola juga tetap tinggi. Jadi sekarang ini audience share-nya Indosiar 19 persen. Jadi kalau nanti BRI Super League ada di Indosiar itu sebenarnya kompetisinya sudah ringan, karena sudah di tempat yang sangat pas," ungkapnya.

Ia menambahkan daftar 100 program berperforma terbaik pada 2025 hingga tahun ini didominasi tayangan Indosiar.

"Terus kemudian yang berikutnya adalah kita lihat bahwa di top 100 program itu di tahun lalu sampai tahun sekarang ternyata juga didominasi semuanya oleh Indosiar. Nah, ini perpaduan ternyata antara Dangdut Academy dan bola itu luar biasa. Dangdut Academy ini sangat marak, itu ternyata menduduki 39 episode, kemudian BRI Super League itu ada 36 pertandingan di dalam top 100 program, kemudian Timnas itu ada 16 pertandingan, dan kemudian ada juga sinetron kita yang nomor satu itu ada 8 episode, dan kemudian satu lagi adalah program Ramadan," tutur Harsiwi.

Lanjut Baca:

Performa BRI Super League musim lalu disebut yang tertinggi sepanjang penyelenggaraan kompetisi. "Bagaimana performa BRI Super League tahun lalu? Jadi selama perjalanan BRI Liga 1 ternyata tahun lalu itu merupakan tahun yang tertinggi. Jadi kita bisa lihat ratingnya average-nya itu adalah 3,7 dan kemudian audience share-nya adalah 25,9 persen, yang mana ini naik 30 persen ya dari tahun sebelumnya." "Sehingga ini merupakan gambaran yang sangat bagus sekali. Jadi untuk BRI, untuk para sponsor, TV yang ada di sini ini menurut saya gambaran yang sangat bagus sekali. Bahkan waktu itu ratingnya mencapai peak itu ada 7,3 waktu PSM Makassar melawan Persib Bandung, terus juga peak share-nya adalah bisa 48,5 persen atau hampir 50 persen ketika Persija Jakarta melawan Persib," ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya