Liputan6.com, Jakarta - Semakin banyak ponsel pintar kini mengusung desain minimalis, namun terdapat satu komponen yang tidak mengikuti arus tersebut, yaitu tonjolan kamera di bagian belakang. Tonjolan kamera justru didesain kian membesar meski bodi perangkat tipis.
Demi menampung ruang sensor gambar lebih besar, zoom optik lebih jauh, dan susunan lensa lebih kompleks, ponsel perlu menebalkan modul kamera.
Advertisement
Mengutip SlashGear, Kamis (3/9/2026), hal ini menjadi kompromi yang sulit dihindari. Di satu sisi, kemampuan fotografi canggih sangat diperlukan, tetapi di sisi lain, membuat ponsel terasa lebih tebal.
Mengingat daya tarik utama ponsel ada pada kamera, produsen ponsel pintar seperti iPhone dan Android pun tidak memiliki pilihan lain.
Sensor Gambar dan Zoom Optik
Sensor gambar merupakan komponen paling penting untuk menangkap cahaya masuk melalui lensa. Semakin luas area fisik sensor, kian banyak cahaya yang bisa ditangkap, sehingga menghasilkan foto lebih jernih dan warna realistis.
Disebutkan saat ini belum ada teknologi yang bisa menggantikan tonjolan besar kamera untuk sensor kualitas tinggi ini.
Selain itu, zoom optik juga penting guna mencapai pembesaran optik lebih tajam tanpa merusak kualitas gambar. Untuk mencapainya, diperlukan jarak antara lensa dan sensor.
Faktor Lain
Produsen akan menggunakan susunan lensa kompleks dengan desain periskop agar jalur optik yang lebih panjang bisa muat dalam perangkat tipis. Menghilangkan tonjolan kamera secara merata berarti harus mengorbankan performa zoom.
Ditambah lagi, kebanyakan ponsel pintar menggunakan konfigurasi tiga kamera atau bahkan lebih beserta komponen pendukung di balik modul tersebut, sehingga ruang yang dibutuhkan semakin besar.
Faktor-faktor inilah menjadi alasan mengapa banyak modul kamera pada ponsel pintar saat ini menonjol di bagian belakang bodi ponsel.