Liputan6.com, Jakarta - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mencatat kinerja keuangan positif pada semester I 2026. Hal ini ditunjukkan dari pertumbuhan pendapatan dan laba hingga Juni 2026.
Mengutip laporan keuangan yang disampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Semen Indonesia Tbk meraup pendapatan Rp 17,64 triliun hingga semester I 2026. Pendapatan naik 13,07% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 15,60 triliun.
Advertisement
Beban pokok pendapatan naik 11,06% menjadi Rp 13,85 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 12,47 triliun. Laba kotor perseroan naik 21,02% menjadi Rp 3,79 triliun hingga semester I 2026 dari semester I 2025 sebesar Rp 3,13 triliun.
Perseroan mencatat beban penjualan naik menjadi Rp 1,47 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 1,08 triliun. Beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 1,64 triliun hingga semester I 2026 dari semester I 2025 sebesar Rp 1,44 triliun. Penghasilan keuangan naik menjadi Rp 109,86 miliar hingga Juni 2026 dari Juni 2025 sebesar Rp 81,17 miliar.
Beban keuangan turun menjadi Rp 335,32 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 425,64 miliar.
Perseroan mencatat laba periode berjalan naik 445,8% menjadi Rp 207,14 miliar hingga semester I 2026 dari semester I 2025 sebesar Rp 37,92 miliar.
Perseroan mencatat laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertambah 470,95% menjadi Rp 228,25 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 39,97 miliar. Seiring hal itu, perseroan mencatat laba per saham naik menjadi Rp 34 hingga semester I 2026 dari semester I 2025 sebesar Rp 6.
Ekuitas perseroan naik menjadi Rp 47,87 triliun hingga semester I 2026 dari Desember 2025 Rp 47,71 triliun. Liabilitas perseroan turun menjadi Rp 25,24 triliun hingga semester I 2026 dari periode Desember 2025 Rp 27,14 triliun. Aset perseroan turun menjadi Rp 74,62 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 76,56 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 3,63 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 4,64 triliun.
SMGR Likuidasi SBI Bangun Nusantara, Kondisi Keuangan dan Hukum Dipastikan Aman
Sebelumnya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) mengumumkan pembubaran yang diikuti proses likuidasi terhadap PT SBI Bangun Nusantara (SBN), yang merupakan perusahaan tidak langsung melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI).
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/7/2026), Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Vita Mahreyni menjelaskan, kepemilikan saham SMGR di PT Solusi Bangun Indonesia Tbk tercatat sebesar 83,52%.
Pembubaran SBN diputuskan oleh para pemegang saham perusahaan tersebut melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 13 Juli 2026.
Adapun pemegang saham SBN, yakni PT Aroma Sejahtera Indonesia dan PT Aroma Cipta Anugrahtama, menyetujui pembubaran perusahaan yang langsung diikuti dengan proses likuidasi, efektif sejak tanggal keputusan RUPSLB.
Selain menyetujui pembubaran, para pemegang saham juga menunjuk Dudi Pramedi sebagai likuidator yang akan menjalankan seluruh tindakan yang diperlukan dalam proses pembubaran dan likuidasi SBN.
Likuidator tersebut akan menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam anggaran dasar perusahaan serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pastikan Tak Ada Dampak Material
Vita menegaskan bahwa aksi korporasi berupa pembubaran dan likuidasi SBN tidak memberikan dampak material terhadap perseroan.Perseroan menyatakan tidak terdapat pengaruh terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Dengan demikian, proses likuidasi anak usaha tidak langsung tersebut hanya merupakan langkah pada tingkat entitas terkait dan tidak memengaruhi aktivitas bisnis utama maupun kinerja operasional Grup Semen Indonesia.