Titik Panas di 3 Provinsi Kalimantan Bertambah

Jumlah titik panas di tiga provinsi Kalimantan relatif bertambah. Jarak pandang di wilayah terdampak berada di kisaran 1-2 kilometer.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 31 Agustus 2026, 19:48 WIB
Pohon-pohon yang terbakar terlihat saat api melalap lahan gambut di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia. (AP Photo/Stefanus Taman)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan perkembangan terbaru penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penambahan titik panas terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

"Kita lihat di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, maupun Kalimantan Selatan, jumlah titik panas itu relatif bertambah. Di Kalimantan Barat signifikan bertambahnya. Di Kalimantan Selatan maupun Kalimantan Tengah, relatif menurun," ujar Berton di Gedung BNPB, Senin (31/8/2026).

Menurut dia, jumlah titik api di tiga provinsi tersebut relatif bertambah. Berton juga menyebut jarak pandang di wilayah terdampak berada di kisaran 1-2 kilometer.

"Namun demikian, kalau kita perhatikan data dari titik api, di ke-3 provinsi ini kita temukan adanya kenaikan titik api jarak pandang pun kurang lebih 1 sampai 2 kilometer," ucap dia.

Sementara itu, Berton memaparkan kondisi titik panas di Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi. Menurut dia, jumlah titik panas di Riau dan Jambi relatif menurun, sedangkan di Sumatera Selatan justru terjadi peningkatan hingga 209 titik, menjadi 1.013 titik api.

"Sedangkan di Riau maupun di Jambi, titik panas berkurang secara signifikan. Jarak pandang pun bervariasi antara 4 sampai 5 kilometer di Riau maupun Sumatera Selatan, sedangkan Jambi sekitar 7 kilometer," tutur Berton.

Berton kemudian menyampaikan laporan polutan di wilayah terdampak yang diakumulasi oleh BMKG. Berdasarkan laporan tersebut, polutan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan diperkirakan masuk kategori sangat pekat hingga esok hari.

"Berikut ini adalah sebaran polutan yang disampaikan oleh BMKG. Bila kita lihat ini prediksi hari ini maupun besok, kita lihat di Kalimantan Barat, Tengah, maupun Selatan relatif sangat pekat. Ini menandakan bahwa jumlah asap sangat tebal di daerah-daerah tersebut," kata Berton.

"Di Sumatera ada sebagian di Riau, di Jambi maupun Sumatera Selatan. Di Papua misalnya, kalau kita lihat hari ini dibandingkan dengan besok, cenderung mengalami diffuse atau adanya pengurangan intensitas di beberapa titik termasuk juga di Jawa," sambung dia.

 

Terus Ditangani

Konferensi pers BNPB terkait perkembangan harian penanganan bencana karhutla di Indonesia. (Liputan6.com/Devira)

Berton memastikan, pemerintah terus memadukan operasi udara dan darat untuk mempercepat pengendalian Karhutla di sejumlah wilayah yang masih mengalami peningkatan aktivitas kebakaran.

"Ini menjadi langkah yang serius bagi tim pemerintah untuk mengendalikan Karhutla," kata dia.

Berton menegaskan, pihaknya telah mengerahkan 53 armada udara untuk mendukung penanganan karhutla di enam provinsi prioritas yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.

"Armada udara kita saat ini ada 53 unit, di mana 19 di antaranya melakukan kegiatan patroli maupun operasi TMC, 34 unit untuk membantu operasi pengeboman air melalui helikopter water bombing," jelas Berton.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya