Liputan6.com, Jakarta - Ajaib Group, platform investasi asal Indonesia, membagikan strategi bisnisnya usai meraih pendanaan Seri C sebesar US$ 270 juta atau sekitar Rp 4,8 triliun dari perusahaan jasa keuangan asal Jepang, SBI Holdings. Suntikan dana ini menjadi salah satu investasi strategis terbesar bagi perusahaan teknologi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Senin (31/8/2026), CEO & Co-Founder Ajaib Group, Anderson Sumarli, menekankan signifikansi pendanaan jumbo yang diterima perusahaannya tersebut.
Advertisement
“Ini pendanaan terbesar yang diterima perusahaan teknologi Indonesia dalam lebih dari empat hingga lima tahun terakhir. Sebagai gambaran, nilainya setara dengan sekitar 80% dari total pendanaan yang diterima startup Indonesia sepanjang tahun lalu hanya dalam satu putaran,” tutur Anderson.
Ia menambahkan bahwa pencapaian ini mencerminkan optimisme tinggi terhadap pasar Indonesia, baik dari investor asing maupun domestik.
“Dalam delapan bulan terakhir, pertumbuhan angka investor baru di Indonesia sangat luar biasa. Jumlah investor saham kini telah melampaui 10 juta orang, dan hampir seluruhnya merupakan investor ritel tanah air,” tambah Anderson.
Strategi Ekspansi Ajaib Group
Pascapendanaan ini, Ajaib Group berencana memperluas akses pasar modal dan instrumen keuangan global, mengingat akses terhadap saham luar negeri di Indonesia sebelumnya masih sangat terbatas.
“Sebelum kami menghadirkan akses saham Amerika Serikat di Indonesia tahun lalu, masyarakat yang ingin mengakses pasar tersebut umumnya harus melalui Singapura dengan syarat dana minimal US$ 50.000. Kami berharap dapat terus membawa inovasi baru agar produk keuangan di tanah air merefleksikan pola pikir anak muda Indonesia yang makin mengglobal,” jelas Anderson.
Pada kesempatan yang sama, Komisaris Utama Ajaib Group, Andi Gani Nena Wea, mengungkapkan bahwa perusahaan telah memulai ekspansi regional dengan membuka kantor di Thailand dan bersiap merambah negara lain dalam waktu dekat.
“Ajaib Group sudah membuka kantor di Thailand, dan dalam satu hingga dua bulan ke depan, kami akan membuka kantor cabang di negara lainnya. Kendati demikian, saya pastikan sekitar 90% dari dana investasi yang masuk ini tetap dialokasikan untuk pengembangan di Indonesia,” tegas Andi.
Pengembangan Fitur AI dan Target Pasar
Ajaib Group turut membeberkan sejumlah target strategis ke depan, mulai dari penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang teknologi, perluasan pangsa pasar, hingga pengembangan fitur berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
“Kami berencana merekrut dan memperkuat talenta di bidang teknologi, mulai dari tim engineering, produk, bisnis, hingga operasional,” kata Anderson.
Saat ini, Ajaib Group mengelola sekitar 7 juta akun pengguna dan menargetkan dapat menjangkau 10% dari total populasi Indonesia dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, atau sekitar 28 juta pengguna.
Di samping itu, Ajaib Group tengah mengembangkan teknologi AI untuk mempermudah pengalaman berinvestasi bagi generasi muda.
“Ke depannya, kami melihat anak muda tidak lagi hanya berinteraksi lewat tombol-tombol aplikasi, melainkan berinteraksi secara langsung dengan portofolio mereka melalui teknologi. Hal ini sedang masuk dalam tahap riset dan pengembangan (R&D) kami,” pungkasnya.