Ekspor BYD Berbanding Terbalik dengan Penjualan di Pasar Domestik

Kinerja ekspor menjadi salah satu penopang bisnis BYD ketika persaingan di pasar otomotif China semakin ketat

oleh M. Ridwan MaulanaDiterbitkan 01 September 2026, 14:04 WIB
Tampilan mobil BYD Seal 07. (CarNewsChina.com)

Liputan6.com, Jakarta - BYD menghadapi perkembangan bisnis yang cukup kontras sepanjang paruh pertama 2026. Di tengah tekanan penjualan di pasar domestik China, produsen kendaraan listrik asal China tersebut justru mencatat pertumbuhan ekspor yang signifikan.

Dilansir dari CarNewsChina, Selasa (1/9/2026), BYD mengekspor sekitar 792.000 kendaraan sepanjang semester pertama 2026. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja ekspor tersebut menjadi salah satu penopang bisnis BYD ketika persaingan di pasar otomotif China semakin ketat. Sejumlah produsen kendaraan listrik berlomba menawarkan harga kompetitif sekaligus menghadirkan teknologi terbaru untuk menarik konsumen.

Namun, pertumbuhan ekspor tersebut belum sepenuhnya mampu mengimbangi tekanan yang terjadi di pasar domestik. Laporan keuangan semester pertama 2026 menunjukkan adanya penurunan pendapatan dan laba bersih BYD.

Pasar domestik China menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi BYD pada 2026. Persaingan yang semakin ketat membuat produsen kendaraan listrik harus menghadapi tekanan harga sekaligus perubahan preferensi konsumen.

Selain faktor persaingan, BYD juga menghadapi kendala dari sisi pasokan komponen penting, khususnya Blade Battery generasi kedua atau Blade Battery 2.0.

Baterai generasi terbaru tersebut digunakan pada sejumlah model baru BYD yang mengandalkan teknologi pengisian daya berkecepatan tinggi.

Meningkatnya permintaan terhadap kendaraan yang menggunakan Blade Battery 2.0 ternyata belum sepenuhnya dapat diimbangi dengan kapasitas produksi baterai.

Kondisi tersebut kemudian berdampak terhadap kemampuan BYD dalam memenuhi pengiriman sejumlah kendaraan baru.

 

Produksi Blade Battery 2.0 Dipacu

Untuk mengatasi keterbatasan pasokan, BYD sebelumnya telah mempercepat produksi Blade Battery generasi kedua.

Peningkatan kapasitas produksi dilakukan di fasilitas BYD yang berada di Xi'an, seiring dengan meningkatnya kebutuhan terhadap baterai generasi terbaru tersebut.

Blade Battery generasi kedua sendiri diperkenalkan BYD pada Maret 2026 bersamaan dengan teknologi Flash Charging.

Teknologi tersebut menjadi salah satu pengembangan utama BYD dalam upayanya memangkas waktu pengisian baterai kendaraan listrik. Kehadiran Flash Charging juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan daya tarik kendaraan listrik di tengah persaingan teknologi yang semakin sengit.

Namun, tingginya permintaan terhadap model yang menggunakan teknologi tersebut justru memberikan tantangan baru bagi BYD. Kapasitas produksi baterai harus terus ditingkatkan agar mampu mengikuti pertumbuhan permintaan kendaraan.

Di tengah tekanan pasar domestik, ekspansi internasional menjadi salah satu sisi positif dalam kinerja BYD sepanjang semester pertama 2026.

Data perusahaan menunjukkan pengiriman kendaraan ke luar China mengalami peningkatan signifikan. Reuters mencatat ekspor BYD pada periode tersebut melonjak sekitar 71 persen menjadi lebih dari 790.000 kendaraan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa strategi BYD untuk memperluas pasar di luar China mulai memberikan kontribusi terhadap bisnis perusahaan.

Kendaraan listrik dan plug-in hybrid (PHEV) BYD kini semakin banyak dipasarkan di berbagai negara.

Perluasan pasar internasional juga memberikan peluang bagi perusahaan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar domestik China yang tengah menghadapi persaingan ketat.

 

Tantangan BYD pada Paruh Kedua 2026

Memasuki paruh kedua 2026, BYD menghadapi dua pekerjaan besar. Pertama, perusahaan harus mempertahankan momentum pertumbuhan ekspor.

Kedua, BYD perlu memastikan kapasitas produksi Blade Battery 2.0 mampu mengejar tingginya permintaan.

Jika pasokan baterai generasi kedua tersebut semakin stabil, BYD berpeluang meningkatkan pengiriman model-model baru yang menggunakan teknologi tersebut.

Kondisi itu juga dapat membantu BYD mempertahankan pertumbuhan di pasar global, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama industri kendaraan listrik dunia.

Dengan demikian, meski pasar domestik China masih memberikan tekanan, perkembangan ekspor menunjukkan bahwa BYD memiliki sumber pertumbuhan lain yang cukup kuat.

Kemampuan perusahaan mengatasi kendala produksi baterai akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kinerja BYD pada sisa 2026.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya