Liputan6.com, Jakarta - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah diserbu para pencari kerja. Sebanyak 3.500 pelamar tercatat bersaing ketat memperebutkan seribu lowongan pekerjaan yang dibuka oleh belasan perusahaan di area Kawasan Industri Terpadu Batang.
Direktur Operasi dan Teknologi KEK Industropolis Batang, Nurjaman, menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri ini tidak semata ditargetkan sebagai tempat masuknya investasi, melainkan juga wadah kolaborasi dengan warga lokal.
Advertisement
"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan yang telah disediakan untuk mencari peluang, belajar, dan berkembang bersama pertumbuhan KEK Industropolis Batang," ujar Nurjaman di Batang, dikutip dari Antara, Minggu (30/8/2026).
Nurjaman menjelaskan, bursa kerja dalam rangkaian TENANT FESTA 2 dirancang khusus untuk menjembatani kebutuhan tenaga kerja sektor industri dengan masyarakat, terutama para calon pekerja dari wilayah setempat.
Ke-12 perusahaan yang terlibat mencakup lini bisnis lintas sektor, mulai dari manufaktur, industri alas kaki, tekstil dan garmen, pengolahan makanan, logistik, alat kesehatan, hingga hilirisasi baterai kendaraan listrik.
Beberapa nama besar yang membuka pintu lowongan antara lain PT Bowron Footwear Industry, PT Yih Quan Footwear Indonesia, PT Trax Sumbiri Indo, PT Window Shutter Indonesia, PT Sampoerna Kayoe, PT Hormel Pronas Nusantara, PT Simba Indosnack Makmur, serta Industropolis Logistik.
Bidang Teknologi dan Kesehatan
Sementara untuk bidang teknologi dan kesehatan, turut bergabung PT Youmi Medika Industri, PT JJD Outdoor Products Indonesia, PT Satyamitra Safepower International, hingga LBM New Energy.
Peluang karier ini tidak hanya menyasar pekerja profesional berpengalaman, tetapi juga terbuka luas bagi para lulusan baru (fresh graduate).
Langkah penyerapan tenaga kerja ini turut mendapat sokongan penuh dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Batang yang diselaraskan langsung dengan program Dapat Kerja (Daker) milik Pemerintah Daerah.
"Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap peluang kerja sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal seiring berkembangnya aktivitas industri di KEK Industropolis Batang," pungkas Nurjaman.