Trump Klaim Jadi Presiden AS Terhebat, Kalahkan Washington dan Lincoln

Presiden Donald Trump membagikan daftar peringkat yang menempatkan dirinya sebagai presiden AS terhebat, di atas Washington dan Lincoln.

oleh Septian DenyDiterbitkan 30 Agustus 2026, 15:00 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Ruang Oval, Gedung Putih. (Dok. AP/Evan Vucci)

Liputan6.com, Washington- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menjadi sorotan setelah membagikan sebuah daftar peringkat presiden yang menempatkan dirinya sebagai presiden “terhebat” dalam sejarah Amerika Serikat.

Dikutip dari CNN, Minggu (30/8/2026), Trump membagikan gambar tersebut di media sosial pada Kamis. Dalam daftar itu, namanya berada di posisi teratas, bahkan mengungguli dua tokoh yang selama ini dikenal sebagai presiden besar AS, George Washington dan Abraham Lincoln.

Tidak diketahui dari mana daftar tersebut berasal. Namun, daftar itu dinilai memiliki sejumlah persoalan, selain menempatkan Trump sebagai presiden terbaik di tengah tingkat persetujuannya yang berada di kisaran pertengahan 30 persen.

CNN telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta tanggapan mengenai daftar tersebut.

Langkah Trump juga berpotensi semakin memperkuat keraguan di kalangan basis konservatifnya yang belakangan menghadapi sejumlah persoalan dengan sang presiden.

FDR, Wilson, dan Jackson Masuk Daftar Presiden

“Hebat”Sejumlah kalangan konservatif memprotes keputusan memasukkan Franklin D. Roosevelt, Woodrow Wilson, dan Andrew Jackson ke dalam kelompok presiden “hebat”, bersama Washington, Lincoln, dan Thomas Jefferson.

Franklin D. Roosevelt, misalnya, dikenal sebagai penggagas New Deal dan memimpin perluasan pemerintah federal terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Sementara itu, Woodrow Wilson juga menjadi sosok yang tidak disukai banyak kalangan konservatif karena memimpin perluasan pemerintahan, termasuk memberlakukan pajak penghasilan federal.

Kolumnis konservatif George Will bahkan pernah mengatakan bahwa Wilson “merusak abad ke-20”.

Nama Andrew Jackson juga memicu persoalan tersendiri. Jackson merupakan salah satu dari dua presiden yang pernah dijadikan nama untuk jamuan penggalangan dana Partai Demokrat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, partai tersebut mulai menjauh dari penggunaan nama Jackson karena sejarah kepemilikan budaknya serta perlakuannya terhadap masyarakat adat Amerika.

Trump tampaknya kemudian melakukan perubahan terhadap daftar tersebut.

Pada Jumat pagi, ia kembali mengunggah grafik berbeda yang menurunkan posisi Wilson. Dalam daftar terbaru itu, Wilson tidak lagi masuk kategori presiden “hebat”, melainkan ditempatkan di antara lima presiden yang disebut telah “menghancurkan” Amerika.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya