Danareksa dan Ekosistem Kawasan Industri Salurkan Bantuan ke Korban Gempa NTT

Danareksa bersama ekosistem kawasan industri menghimpun bantuan Rp 423 juta untuk memenuhi kebutuhan korban gempa NTT.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 29 Agustus 2026, 14:05 WIB
Danareksa menyalurkan bantuan untuk korban gempa NTT, mulai dari beras hingga perlengkapan kebersihan. (Dok Danareksa)

Liputan6.com, Jakarta - PT Danareksa (Persero) bersama tujuh anggota holding kawasan industri, tenant, karyawan, dan mitra menghimpun bantuan senilai Rp 423 juta bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi dan disalurkan melalui koordinasi PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER).

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan setelah gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang sejumlah wilayah NTT pada 15 Agustus 2026.

Gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah warga dan fasilitas umum, serta memicu longsor di sejumlah titik.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 27 Agustus 2026, sekitar 176 ribu orang masih bertahan di sejumlah posko pengungsian.

Melihat kondisi tersebut, Danareksa bersama ekosistem kawasan industri bergerak mengumpulkan bantuan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak.

Penghimpunan sekaligus penyaluran bantuan dikoordinasikan SIER. Sebagai anggota holding yang berada paling dekat dengan lokasi bencana, SIER memastikan bantuan dapat segera diwujudkan dalam bentuk kebutuhan pokok dan dikirimkan ke lapangan.

Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Ngurah Wirawan mengatakan, sebagai holding kawasan industri yang berorientasi pada penciptaan nilai, perusahaan berkomitmen mengoptimalkan jaringan, skala, dan kapasitas bisnis sebagai kekuatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kami berterima kasih karena ekosistem kawasan industri, tenant, karyawan, dan mitra bergerak kolektif untuk mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (29/8/2026).

Dana yang terkumpul kemudian dialokasikan berdasarkan kebutuhan paling mendesak yang disampaikan posko pengungsian.

Bantuan tersebut antara lain berupa 9,5 ton beras, lebih dari 1.100 porsi makanan siap saji, 300 liter minyak goreng, serta lebih dari 500 unit susu siap minum dan susu formula.

Selain kebutuhan pangan, bantuan juga mencakup lebih dari 200 unit perlengkapan istirahat. Barang yang disalurkan meliputi kasur lipat, bantal, sarung, dan terpal.

Untuk menunjang kebutuhan sehari-hari pengungsi, Danareksa dan ekosistemnya turut menyediakan lebih dari 440 unit perlengkapan kebersihan keluarga. Bantuan tersebut mencakup popok bayi, popok lansia, sikat gigi, dan pasta gigi.

 

Penyaluran 2 Tahap

Kontribusi bantuan berasal dari sejumlah anggota holding kawasan industri, yakni PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda), PT Kawasan Industri Terpadu Batang, dan SIER.

Dukungan juga datang dari karyawan serta tenant yang berada di kawasan industri tersebut.

Penyaluran bantuan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 21 Agustus 2026 melalui Posko Induk BRI Peduli Tanggap Bencana Gempa NTT bersama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan BPBD setempat.

Selanjutnya, tahap kedua dilakukan pada 25 Agustus 2026 melalui BPBD Provinsi Jawa Timur.

Direktur Keuangan, Administrasi, dan Manajemen Risiko SIER Rizka Syafittri Siregar mengatakan pihaknya memastikan seluruh proses penyaluran berjalan secara akuntabel dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

“Amanah sebagai koordinator kami jalankan dengan memastikan bantuan disalurkan sesuai kebutuhan lapangan. Partisipasi anggota holding, tenant, karyawan, dan mitra memperlihatkan bahwa kepedulian akan menghasilkan dampak yang jauh lebih besar ketika dilakukan bersama,” ujar Rizka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya