Wall Street Tergelincir Usai Ketua The Fed Kevin Warsh Ungkap Tren Inflasi

Tiga indeks saham acuan di wall street tertekan imbas pernyataan ketua the Fed Kewin Warsh. Indeks Nasdaq catat penurunan terbesar.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 Agustus 2026, 08:05 WIB
Ilustrasi seorang pedagang efek tengah bekerja di lantai Bursa Efek New York atau Wall Street (Foto: AP/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada penutupan perdagangan saham Jumat, 28 Agustus 2026 (Sabtu pagi Jakarta). Indeks S&P 500 mencatat penurunan, tetapi tetap mencatatkan kenaikan mingguan, setelah ketua the Federal Reserve Kevin Warsh menyampaikan kekhawatiran mengenai tren inflasi saat ini.

Mengutip CNBC, Sabtu (29/8/2026), indeks S&P 500 melemah 0,25% ke 7.711,76. Indeks Nasdaq terpangkas 0,52% ke level 26.402,42. Indeks acuan itu terbebani oleh penurunan saham-saham semikonduktor seperti Nvidia dan Intel. Indeks Dow Jones tergelincir 9,45 poin atau 0,02%, dan berakhir di posisi 53.559,99.

Selama sepekan, indeks S&P 500 naik 0,5%. Sementara itu, Nasdaq menguat 0,9%. Dow naik 0,5% dalam periode yang sama, menandai kenaikan mingguan pertamanya dalam tiga minggu terakhir.

Dalam pidatonya di simposium tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming, Warsh mengatakan, meskipun angka PCE dan CPI musim panas ini lebih baik dari perkiraan, hal itu tidak menunjukkan tren dasar telah membaik secara signifikan.

"Kita harus yakin bahwa inflasi dasar bergerak menuju target kita, secara jelas dan dengan kecepatan yang memadai. Jika tidak, kita masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan. Itulah tugas kita mandat kita, dan tanggung jawab yang harus kita emban,” ia menambahkan.

Keyakinan di kalangan pelaku pasar The Fed akan menaikkan suku bunga pada September meningkat menjadi 57,5% pada Jumat, menurut perangkat FedWatch dari CME Group. Angka tersebut naik dari 35,4% hanya sehari sebelumnya.

 

Imbal Hasil Obligasi AS

Ilustrasi seorang pedagang efek tengah bekerja di lantai Bursa Efek New York atau Wall Street, Selasa, 8 Juli 2025. (Foto: AP/Richard Drew)

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS (Treasury) untuk tenor pendek naik segera setelah pidato Jumat tersebut, sementara imbal hasil untuk tenor panjang, yang terkait dengan biaya pinjaman di seluruh perekonomian dan belakangan ini menjadi sumber kekhawatiran pasar cenderung stabil. Namun, pada akhir sesi perdagangan, imbal hasil tenor pendek telah bergerak naik dari level terendahnya.

"Menurut saya, pidato ini secara khusus menyampaikan pesan yang sangat kuat baik pesan yang ditujukan kepada pasar maupun pesan umum bahwa cara The Fed menjalankan kebijakannya selama mungkin 40 tahun terakhir, dalam beberapa hal, belum seteliti atau seketat yang seharusnya," ujar Managing Director di REX Financial, Bill Birmingham.

Birmingham menambahkan, komentar Warsh, khususnya mengenai komposisi Consumer Price Index (CPI), mengisyaratkan ia sangat mengupayakan adanya konsensus internal untuk menaikkan suku bunga.

Para investor juga mencermati sejumlah laporan kinerja keuangan lainnya. Saham Gap melonjak sekitar 13% meskipun laporan kuartalannya menunjukkan hasil yang beragam, menyusul pengumuman penunjukan CEO baru untuk merek Old Navy yang sedang mengalami kesulitan.

Sementara itu, saham Marvell Technology turun lebih dari 10% setelah perusahaan merilis panduan margin kotor non-GAAP untuk kuartal berjalan yang mengecewakan pasar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya