1.600 Mangrove di Pesisir Jawa Barat dan Jakarta Jadi Benteng Hadapi Krisis Iklim

Mangrove ditanam untuk menghadapi ancaman abrasi dan perubahan iklim.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 28 Agustus 2026, 18:26 WIB
Penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir.

Liputan6.com, Jakarta - Menarini Indonesia menanam sebanyak 1.600 bibit mangrove di kawasan pesisir Jawa Barat dan Jakarta sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus menghadapi dampak perubahan iklim.

Aksi bertajuk Roots of Hope tersebut diawali dengan penanaman 1.500 bibit mangrove di garis pantai Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ekosistem pesisir utara Jawa sekaligus memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penanaman simbolis 100 bibit mangrove di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta Utara. Dengan demikian, total mangrove yang ditanam dalam program tersebut mencapai 1.600 bibit.

President Director Menarini Indonesia Idham Hamzah mengatakan penanaman mangrove merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan target Environmental, Social, and Governance (ESG).

"Penanaman kumulatif 1.600 mangrove ini adalah bukti nyata integrasi antara aksi CSR dan target ESG kami dalam merespons krisis iklim, melindungi garis pantai dari abrasi, serta menciptakan ekosistem penyerap emisi karbon yang efektif," kata Idham, Jumat (28/8/2026).

Menjaga Kelestarian Ekosistem

Menurut dia, tema Roots of Hope mencerminkan visi jangka panjang perusahaan untuk turut menjaga keberlanjutan lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.

Penanaman mangrove di Babelan dan Angke Kapuk juga diharapkan dapat memperkuat fungsi alami kawasan pesisir dalam menghadapi berbagai tekanan lingkungan, termasuk abrasi, penurunan permukaan tanah, dan kenaikan muka air laut.

Selain berfungsi sebagai pelindung pesisir, ekosistem mangrove menjadi habitat penting bagi berbagai biota laut. Keberadaannya dapat mendukung pemulihan habitat pemijahan (spawning ground) sekaligus menjaga keanekaragaman hayati di kawasan pesisir.

Melalui penanaman tersebut, Menarini Indonesia berharap kontribusi terhadap lingkungan dapat memberikan dampak ekologis yang berkelanjutan serta mendukung stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat yang bergantung pada ekosistem pesisir.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya