Liputan6.com, Jakarta - Area penampungan limbah kayu veneer di Kampung Pondok Bitung Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, kembali terbakar, Kamis (27/8/2026). Kobaran api yang muncul dari tengah area penampungan tersebut sempat memicu kepanikan warga.
Hal ini terjadi lantaran lokasi kebakaran berdekatan langsung dengan permukiman dan kawasan pabrik.
Advertisement
Wakil Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kertaraharja, Deden Gles, mengonfirmasi bahwa titik api pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Rahman.
Namun, saat informasi menyebar, api pada tumpukan limbah kayu veneer itu sudah terlanjur membesar.
"Posisi titik api berada di bagian tengah penampungan, sehingga proses pemadaman relatif sulit," kata Deden.
Deden menjelaskan, posisi titik api yang berada di tengah membuat warga cemas akan potensi perembetan ke fasilitas vital di sekitarnya.
"Warga khawatir api merembet ke tiga kawasan sensitif di sekitarnya, yaitu pabrik kayu, area pabrik perusahaan teh, dan permukiman penduduk," ujar Deden.
Lahan tersebut diketahui telah digunakan selama 1 hingga 2 tahun terakhir sebagai penampungan limbah veneer dari beberapa perusahaan sebelum diolah menjadi produk.
Lokasi ini sebenarnya sempat menuai penolakan warga sebelum akhirnya mengantongi izin pengelolaan.
"Lahan tersebut telah dimanfaatkan sebagai lokasi pengumpulan limbah veneer dari beberapa perusahaan sebelum diolah menjadi butiran industri," tutur Deden.
"Keberadaan tempat penampungan ini sebenarnya sempat mendapat penolakan warga, sebelum akhirnya diberi izin setelah ada pihak yang bertanggung jawab mengelolanya," tambah dia.
Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) bersama unsur TNI, Polri, perangkat desa, dan warga setempat diterjunkan ke lokasi. Mereka melakukan penyekatan area untuk mencegah api meluas ke kawasan industri dan perumahan warga.