Emiten SMSM Kantongi Dividen Rp 34,12 Miliar dari Entitas Anak

PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) mendapatkan dividen interim kedua dari PT Panata Jaya Mandiri.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 27 Agustus 2026, 17:26 WIB
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas, Jakarta (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), perusahaan bergerak di industri alat-alat perlengkapan (suku cadang) mesin pabrik dan kendaraan mendapatkan dividen dari entitas anak pada Kamis, (27/8/2026).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Selamat Sempurna Tbk mendapatkan dividen dari entitas anak yakni PT Panata Jaya Mandiri sebesar Rp 34,12 miliar. Dividen itu merupakan dividen interim kedua tahun buku 2026.

Adapun perseroan menyatakan tidak ada dampak kejadian, informasi atau fakta material tersebut terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau keberlangsungan usaha perseroan.

Kinerja Semester I 2026

Sementara itu, PT Selamat Sempurna Tbk mencatat kinerja keuangan positif di tengah pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung. Kinerja tersebut didukung oleh fundamental usaha yang kuat serta kemampuan perseroan dalam menjaga profitabilitas melalui disiplin operasional, efisiensi biaya dan fokus pada pengembangan produk bernilai tambah.

Perseroan mencatat penjualan bersih naik 3,65% menjadi Rp 2,64 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2,55 triliun.

Laba bruto tumbuh 6,44% menjadi Rp 971 miliar hingga semester I 2026 dari semester I 2025 sebesar Rp 912 miliar. Laba usaha perseroan naik 5,11% menjadi Rp 734 miliar hingga semester I 2026 dari semester I 2025 sebesar Rp 698 miliar.

Perseroan mencatat laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 3,81% menjadi Rp 551 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 531 miliar.

Selain itu, fundamental perseroan tetap solid, tercermin dari pertumbuhan total aset 13% dan total ekuitas 10%, didukung struktur permodalan yang sehat dengan rasio liabilitas terhadap total aset 21% serta likuiditas yang kuat dengan current ratio 439%.

Kondisi itu memberikan fleksibilitas keuangan yang memadai bagi perseroan untuk terus menjalankan strategi jangka panjang secara konsisten.

 

Cermati Perkembangan Ekonomi Global

Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta. (BAY ISMOYO/AFP)

Ke depan, perseroan akan terus mencermati perkembangan ekonomi global dan dinamika geopolitik yang berpotensi mempengaruhi kondisi pasar.

Didukung fundamental usaha yang kuat, posisi keuangan yang sehat, serta pengalaman dalam menghadapi berbagai siklus industri, perseroan akan tetap fokus pada peningkatan efisiensi operasional, penguatan daya saing yang tinggi.

Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, perseroan meyakini prospek usaha pada 2026 tetap mendukung pencapaian pertumbuhan penjualan dan laba bersih pada kisaran single-digit growth, dengan tingkat profitabilitas yang diperkirakan tetap sejalan dengan capaian tahun buku 2025.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya