Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah tenant di salah satu mal di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, diminta menghentikan operasional lebih awal pada Kamis (27/8/2026). Pengelola mal menginstruksikan seluruh tenant untuk tutup pada pukul 17.00 WIB di tengah situasi aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Senayan.
Seorang pelayan kafe mengonfirmasi bahwa penutupan tersebut merupakan instruksi langsung dari pihak pengelola area. Para karyawan tenant pun bergegas mengosongkan area dan merapikan perlengkapan sebelum batas waktu yang ditentukan.
Advertisement
“Maaf ya, Mas, area ini sudah harus clear. Iya, Mas, kami disuruh tutup jam 17.00 WIB. Semua tenant disuruh tutup jam 5 sore, mungkin karena situasi demo,” ujar pelayan kafe tersebut, Kamis (27/8/2026).
Pelayan kafe lainnya menimpali bahwa pihaknya langsung membereskan meja dan peralatan saji segera setelah menerima pemberitahuan dari pengelola.
“Iya, Kak, sudah harus tutup. Instruksi dari mal. Maaf ya, Kak, makanya ini kami langsung kemas-kemas,” tuturnya.
Pengunjung Terkejut
Kebijakan penutupan lebih awal ini tak pelak berdampak pada pengunjung. Ali, salah satu pelanggan kafe, mengaku terkejut karena terpaksa meninggalkan lokasi sebelum sempat menghabiskan minumannya.
“Kaget juga tiba-tiba disuruh tutup, padahal kopi saya belum habis,” kata Ali.
Selain Ali, pengunjung lain bernama Yaumal merasa rencananya untuk bekerja dari kafe di Spark Mall menjadi terganggu. Ia memilih tempat tersebut karena suasananya tenang dan menghadap langsung ke danau.
“Padahal saya cari tempat mengetik di kafe begini enak, apalagi di depan danau. Karena disuruh tutup, jadi harus cari tempat lain,” ujar Yaumal.
Kendati demikian, Yaumal berharap situasi di sekitar Senayan tetap kondusif. “Semoga kondisi di sini aman-aman saja dan aksi unjuk rasa berakhir dengan tertib,” pungkasnya.