Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terbang hingga menembus posisi 6.500 pada penutupan perdagangan saham Kamis, (27/8/2026). Akan tetapi, transaksi harian saham hanya di bawah Rp 15 triliun di tengah ada demo 27 Agustus 2026.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 1,81% menjadi 6.521,75. Indeks saham LQ45 bertambah 1,35% menjadi 641,06. Seluruh indeks saham acuan menghijau.
Advertisement
Senior Technical Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menuturkan, secara teknikal, meskipun telah terjadi koreksi wajar yang kedua kalinya, adapun pergerakan IHSG secara garis besar masih dalam keadaan tren penguatan.
Berdasarkan indikator, ia menilai moving average (MA)20&60 telah menunjukkan positive crossover, walaupun Stochastics K_D dan RSI menunjukkan sinyal negatif. Sementara itu, volume mulai mengalami penguatan.
Ia menuturkan, para pelaku investor memilih bersikap hati-hati di tengah ketidakpastian makroekonomi dan korporasi. Indeks S&P 500, Nasdaq, dan Dow Jones mengalami penurunan tipis setelah rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) untuk Juli.
Adapun indeks harga PCE Inti yang menjadi indikator inflasi utama yang menjadi acuan The Fed, mengalami kenaikan 0,2% secara bulanan dan 3,3% secara tahunan. Angka tahunan ini masih berada secara signifikan di atas target jangka panjang The Fed sebesar 2%, yang memperkuat ekspektasi pasar The Fed akan mempertahankan suku bunga acuan tetap tinggi pada pertemuan September mendatang.
"Untuk sementara ini, para pelaku investor akan mengamati terkait dinamika kebijakan The Fed, terutama pada Jackson Hall Symposium mulai Kamis hingga Sabtu menjelang akhir bulan ini,” ujar Nafan.
Sentimen Eksternal
Selain rilis data PCE dan estimasi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kuartal II AS sebesar 1,5%, perhatian utama pelaku pasar tertuju pada laporan keuangan kuartalan Nvidia.
"Sebagai pemimpin sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), kinerja NVIDIA dipandang sebagai penentu arah bagi keberlanjutan tren investasi AI secara global,” ujar dia.
Meskipun pasar berharap lonjakan pendapatan yang hampir dua kali lipat mencapai sekitar US$ 92 miliar, ekspektasi investor yang sangat tinggi membuat pasar sangat sensitif terhadap proyeksi (guidance) masa depan dan rencana transisi chip ke generasi berikutnya yaitu NVIDIA Vera Rubin.
"Kehati-hatian ini juga diperberat oleh ketegangan geopolitik yang kembali memanas akibat kabar potensi eskalasi konflik Rusia-Ukraina, yang memicu pemulihan harga minyak mentah Brent di pasar global,” ujar dia.
Dari sisi domestik, kewaspadaan terhadap potensi dinamika sosial-politik domestik terkait aksi penyampaian pendapat di Gedung DPR RI pada hari ini turut mendorong investor institusi dan asing membatasi eksposurnya sementara waktu.
Nafan menuturkan, selama aksi berlangsung tertib dan tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang signifikan, dampaknya terhadap IHSG kemungkinan lebih bersifat temporer dan berbasis sentimen, bukan perubahan fundamental.
Potensi Penyesuaian MSCI
Selain itu, potensi penyesuaian portofolio menjelang rebalancing MSCI (Morgan Stanley Capital International) pada 31 Agustus 2026 (atau mulai berlaku 1 September 2026) masih menjadi perhatian.
Dalam penyesuaian kali ini, saham GOTO dan CPIN dikeluarkan dari kategori Global Standard Index, sementara sembilan emiten terdepak dari kategori Small Cap Index, yakni termasuk ARTO, BUKA, ESSA, FILM, HEAL, KPIG, RATU, SMGR, dan TCPI.
Meskipun demikian, dampak pengumuman ini dinilai sudah sebagian besar diantisipasi pasar (priced-in) sejak Agustus, mengingat MSCI tidak memberikan kejutan negatif tambahan serta telah membekukan penyesuaian Foreign Inclusion Factor (FIF) bagi saham Indonesia sejak awal Juli.
Kinerja Perdagangan Saham
Pada perdagangan saham Kamis pekan, IHSG berada di level tertinggi 6.521,75 dan level terendah 6.376,65. Sebanyak 553 saham menguat. Sementara itu, 96 saham melemah dan 138 saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.972.26 kali dengan volume perdagangan saham 36,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham tidak terlalu tinggi. Transaksi harian saham mencapai Rp 13,7 triliun.
Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.741. Seluruh sektor saham menghijau. Sektor saham industri melonjak 3,95%, dan catat lonjakan terbesar. Sektor saham consumer siklikal melambung 3,79% dan sektor saham kesehatan naik 3,76%.
Sementara itu, sektor saham energi menguat 3,2%, sektor saham basic menanjak 2,33%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 1,56%, sektor saham keuangan melesat 0,79%, sektor saham properti melejit 2,86%. Lalu sektor saham teknologi mendaki 1,18%, sektor saham infrastruktur mendaki 2,83% dan sektor saham transportasi meroket 2,84%.
Gerak Saham
Pada perdagangan Kamis pekan ini, saham RAJA melambung 3,12% menjadi Rp 825 per saham. Harga saham RAJA dibuka turun 10 poin menjadi Rp 790 per saham. Harga saham RAJA berada di level tertinggi Rp 840 dan terendah Rp 785 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 11.775 kali dengan volume perdagangan saham 1.038.270 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 84,9 miliar.
Harga saham MEJA naik 0,85% menjadi Rp 119 per saham. Saham MEJA dibuka menguat menjadi Rp 127 per saham dari pekan lalu Rp 118 per saham. Harga saham MEJA berada di level tertinggi Rp 127 dan terendah Rp 112 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.028 kali dengan volume perdagangan saham 305.295 asham dengan nilai transaksi Rp 3,6 miliar.
Harga saham VKTR naik 9,04% menjadi Rp 905 per saham. Saham VKTR dibuka stagnan di Rp 830 per saham. Harga saham VKTR berada di level tertinggi Rp 905 dan terendah Rp 825 per saham. Total frekuensi perdagangan 8.287 kali dengan volume perdagangan 590.500 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 51,6 miliar.
Harga saham PWON menguat 2,29% menjadi Rp 268 per saham. Saham PWON dibuka stagnan di Rp 262 per saham. Harga saham PWON berada di level tertinggi Rp 272 dan terendah Rp 260 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.358 kali dengan volume perdagangan saham 448.409 saham. Nilai transaksi Rp 12 miliar.