Liputan6.com, Jakarta - Aksi demonstrasi di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026), menjadi ladang rezeki bagi sejumlah pedagang yang menjajakan air mineral dan kopi. Di tengah riuh aksi unjuk rasa, para pedagang berupaya mencari peluang ekonomi.
Romlah, salah seorang pedagang air mineral, mengaku sudah tiba di lokasi sejak pukul 02.00 WIB dengan membawa tujuh kardus dagangan. Meski begitu, hingga siang hari, tiga kardus masih tersisa sehingga keuntungan belum sepenuhnya berada di tangan.
Advertisement
“Dari jam 02.00 malam bawa tujuh kardus. Sekarang sisa tiga kardus, per botol saya jual Rp 5.000,” ujar Romlah, Kamis (27/8/2026).
Romlah mengaku tetap memberanikan diri berjualan meski menyadari adanya risiko dalam situasi unjuk rasa. Baginya, desakan kebutuhan ekonomi mengalahkan rasa khawatir akan potensi kericuhan.
“Namanya juga orang jualan, Nak, mau bagaimana lagi,” tuturnya pasrah.
Harapan Romlah akan besarnya angka penjualan pun belum sepenuhnya berbuah manis. Ia masih harus menghitung ulang potensi keuntungan karena modal awal barang dagangannya belum tertutup penuh.
“Katanya kan ramai. Kalau kondisi begini mah untung-rugi tidak tentu, Nak. Bayangkan saja, siapkan tujuh kardus, masih sisa tiga kardus dan belum bayar setor modal,” katanya.
Sengaja Pindah Lapak
Kisah lain datang dari Nawah, pedagang kopi seduh yang menyasar kerumunan massa. Ia yang sehari-hari berdagang di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) sengaja memindahkan lapaknya ke Senayan khusus untuk memanfaatkan momentum demonstrasi.
“Biasanya dagang di kawasan HI, tetapi karena ada acara demo di sini, saya pindah ke Senayan,” kata Nawah.
Hingga siang hari, Nawah mengaku telah menjual sekitar 20 gelas kopi seharga Rp 5.000 per gelas, dengan total omzet sementara menyentuh Rp 100 ribu.
“Sudah 20 gelas terjual, lumayan. Satu gelasnya Rp 5.000,” ujarnya.
Nawah berencana untuk terus bertahan hingga malam hari jika kerumunan massa masih ramai. Ia mengaku kerap membuntut ke lokasi-lokasi demonstrasi karena keramaian massa terbukti mampu mendongkrak angka penjuallannya.
“Kalau ada acara seperti demo ini sering ikut jualan. Hasilnya lumayan, lebih untung,” pungkasnya.