Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang melanjutkan koreksi pada perdagangan saham Rabu, (26/8/2026). Lalu apa saja rekomendasi saham-nya?
Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG ditutup turun 1,48%, disertai dengan aksi jual asing Rp 201 miliar pada perdagangan saham Rabu, 26 Agustus 2026.
Advertisement
"IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan ke 6.300 dan jika kuat bertahan di 6.300, baru potensi rebound kembali,” kata Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.
Fanny menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.300-6.350 dan level resistance 6.450-6.500.
Dalam riset Kiwoom Sekuritas Indonesia menyebutkan, apabila IHSG gagal bertahan di atas area 6.375–6.355, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju 6.315 sebagai support berikutnya, dengan support lanjutan di 6.186 yang merupakan gap area.
Sebaliknya, apabila terjadi rebound, IHSG perlu kembali menembus EMA10 di 6.416 sebelum menguji resistance 6.421, kemudian area 6.500–6.532.
Kiwoom Sekuritas Indonesia menyarankan untuk wait & see sambil mencermati kemampuan IHSG bertahan di atas 6.375–6.355.
“Akumulasi beli dapat dilakukan secara bertahap apabila indeks kembali menunjukkan konfirmasi rebound dan mampu menembus area 6.416–6.421, sementara trailing stop perlu diterapkan apabila IHSG menembus support 6.355,” demikian seperti dikutip dari riset Kiwoom Sekuritas Indonesia.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE).
Rekomendasi Teknikal
Trading Idea hari ini: DSSA, INET, BRMS, BMRI, ISAT, dan TEBE
- DSSA Spec Buy dengan area beli di 1.060-1.070, cutloss di bawah 1.050. Target dekat di 1.100-1.120.
- INET Buy on Weakness dengan area beli di 294-306, cutloss di bawah 290. Target dekat di 312-320.
- BRMS Spec Buy dengan area beli di 715-720, cutloss di bawah 710. Target dekat di 730-750.
- BMRI Buy on Weakness dengan area beli di 4.130-4.160, cutloss di bawah 4.110. Target dekat di 4.180-4.220.
- ISAT Buy on Weakness dengan area beli di 2.380-2.460, cutloss di bawah 2.380. Target dekat di 2.530-2.580.
- TEBE Spec Buy dengan area beli di 1.640-1.700, cutloss di bawah 1.600. Target dekat di 1.750-1.800.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 26 Agustus 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga meninggalkan posisi 6.500 pada perdagangan saham Rabu, (26/8/2026). IHSG hari ini anjlok di tengah seluruh sektor saham tertekan.
Mengutip data RTI, IHSG merosot 1,48% ke posisi 6.405,68. Indeks saham LQ45 melemah 1,46% ke posisi 632,54. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.
Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG terkoreksi 1,48% di tengah penguatan mayoritas bursa global dan regional Asia, di sisi lain nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Herditya mengatakan, koreksi dari IHSG ini diperkirakan dipengaruhi antara lain pertama, Investor masih mencermati akan Jackson Hole yang akan terjadi pada pekan ini. Kedua, memanasnya konflik dagang AS-Kanada. Ketiga, fit and proper test gubernur BI. “Investor menanti kebijakan seperti apa yang akan diusung oleh calon Gubernur BI yang baru,” kata dia.
Selain itu, keempat, menurut Herditya, investor juga mencermati perkembangan politik dalam negeri.
Sektor Saham
Pada Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.532,17 dan level terendah 6.405,68. Sebanyak 583 saham tertekan sehingga bebani IHSG. 118 saham menguat dan 89 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.515.124 kali dengan volume perdagangan saham 42,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,1 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.711.
Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham transportasi terperosok 4,15%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangkas 2,61%, sektor saham basic turun 1,49%, sektor saham industri merosot 2,36% dan sektor saham consumer nonsiklikal turun 1,47%.
Selanjutnya sektor saham consumer siklikal terpangkas 2,42%, sektor saham kesehatan tergelincir 0,73%, sektor saham keuangan turun 1,03%, sektor saham properti melemah 2,71%. Lalu sektor saham teknologi susut 1,77%, sektor saham infrastruktur merosot 2,26% dan sektor saham transportasi terpangkas 4,15%.