21.500 Anak Tewas Akibat Serangan Israel di Gaza Sejak 2023

Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan 21.500 anak tewas dalam serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023.

oleh Septian DenyDiterbitkan 27 Agustus 2026, 16:00 WIB
Seorang anak laki-laki Palestina yang mengungsi melihat bangunan yang rusak akibat serangan Israel di kamp pengungsi Maghazi, Jalur Gaza Tengah. (Eyad Baba/AFP)

Liputan6.com, Gaza - Lebih dari 21.500 anak disebut tewas dalam serangan militer Israel di Jalur Gaza sejak operasi militer dimulai pada Oktober 2023. Selain itu, sebanyak 1.244 dari total 1.275 masjid di Gaza juga dilaporkan menjadi sasaran.

Informasi tersebut disampaikan Government Media Office (GMO) Gaza dalam pernyataan yang dirilis pada Senin.

Dikutip dari Middle East Monitor, Kamis (27/8/2026), GMO menuduh militer Israel terus melakukan apa yang disebutnya sebagai “kejahatan paling keji terhadap kemanusiaan” serta melanggar hukum humaniter internasional dan berbagai konvensi internasional.

Menurut pernyataan tersebut, pasukan Israel secara sistematis dan sengaja menargetkan warga sipil yang tidak berdaya beserta rumah-rumah yang mereka tempati. Serangan itu disebut tetap berlangsung meski telah ada seruan dari komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menghentikan agresi.

“Kekuatan pendudukan terus menumpahkan darah orang-orang tak bersalah, khususnya anak-anak, karena jumlah anak yang menjadi martir sejak dimulainya perang genosida telah melampaui 21.500,” kata kantor tersebut.

GMO menyebut angka tersebut sebagai korban yang sangat besar dan mencerminkan apa yang mereka sebut sebagai kekejaman kejahatan terorganisasi.

1.077 Masjid Hancur Total

Selain korban jiwa, GMO juga menyoroti kerusakan terhadap tempat-tempat ibadah di Gaza.

Dari 1.275 masjid yang terdapat di Gaza, pasukan Israel disebut telah menargetkan 1.244 masjid. Dari jumlah tersebut, 1.077 masjid dilaporkan hancur sepenuhnya.

GMO mengecam tindakan tersebut dengan keras dan menyatakan Israel, serta komunitas internasional yang dianggap diam, bertanggung jawab atas berlanjutnya apa yang disebutnya sebagai genosida.

Kantor tersebut juga menuduh adanya penargetan yang disengaja terhadap warga sipil, anak-anak, dan tempat-tempat ibadah di Gaza.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya