Demo Besok, AMPB Buka Pintu Dialog dengan DPR soal RUU Perampasan Aset

AMPB mengaku siap berdialog dengan DPR, tetapi meminta kepastian tertulis terkait pembahasan RUU Perampasan Aset.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 26 Agustus 2026, 20:40 WIB
Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (Foto: Liputan6.com/Rifqy Alief).

Liputan6.com, Jakarta - Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membuka ruang dialog dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset. Namun, mereka meminta DPR memberikan kepastian secara tertulis, bukan sekadar pernyataan di media.

Koordinator AMPB Supriyono alias Botok mengatakan pihaknya tidak menutup diri untuk berdiskusi dengan DPR, selama pembahasan tersebut mengakomodasi tuntutan yang mereka sampaikan.

"Kami tidak anti dialog ya. Selama ada usulan dari teman-teman di dalam, kita diajak dialog, oke. Tapi harus sesuai dengan harapan kami," kata Botok kepada wartawan di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Botok mengatakan hingga kini belum ada anggota DPR RI yang membuka komunikasi dengan pihaknya. Meski demikian, ia menyatakan siap memenuhi undangan audiensi apabila DPR mengajak berdialog saat aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026).

"Kalau besok teman-teman mengajak audiensi, kita siap," tegasnya.

AMPB sebelumnya menyatakan tidak puas dengan respons Komisi III DPR yang menyebut RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan pada Desember 2026.

Menurut Botok, DPR perlu memberikan kepastian secara tertulis mengenai rencana tersebut. Ia juga meminta poin-poin dalam RUU Perampasan Aset dibahas dan disepakati bersama.

"Secara tertulis. Bukan hanya keterangan di media," tegasnya.

 

Bawa Dua Tuntutan

Mobilisasi massa AMPB ke Jakarta

AMPB datang ke Jakarta dengan membawa dua tuntutan utama, yakni mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset dan meminta hukuman mati bagi koruptor.

Mereka berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026).

Botok memastikan aksi tersebut tidak dimaksudkan untuk membuat kerusuhan. Menurut dia, kedatangan massa AMPB ke Jakarta merupakan bentuk dukungan terhadap gerakan masyarakat di wilayah Jabodetabek yang juga akan menggelar aksi pada Kamis.

"Tidak ada niatan untuk membuat rusuh. Kami ke Jakarta itu mendukung gerakan dari kawan-kawan di Jabodetabek yang akan menggelar aksi 27 Agustus," kata dia.

Sejumlah massa AMPB telah tiba di Jakarta pada Rabu. Botok mengatakan pihaknya juga telah melakukan konsolidasi dengan massa di sejumlah daerah.

"Saat ini terkait demo tinggal eksekusi, kita sudah konsolidasi kepada kawan-kawan di seluruh Indonesia lah, di berbagai daerah. Sudah berkembang," jelas dia.

Botok menambahkan, masih ada massa yang akan berangkat dari Pati menuju Jakarta menggunakan lima bus. Namun, ia tidak menyebutkan jumlah pasti peserta yang akan mengikuti aksi.

"Dari Pati itu 5 bus ya. Nanti jam 1 siang berangkat. Nanti jam 1 siang," katanya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya