Prediksi Borneo FC Musim Ini: Ambisi Baru dengan Restorasi Tim

Borneo FC melakukan perombakan besar demi meraih mimpi di BRI Super League 2026/2027, dengan skuad muda dan pelatih baru.

oleh Yus Mei SawitriDiterbitkan 26 Agustus 2026, 22:15 WIB
Gelandang Borneo FC Samarinda, Juan Villa mencoba mengecoh gelandang Persib Bandung, Luciano Guaycochea dalam laga tunda pekan ke-21 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (15/3/2026) malam. (Dok. Borneo FC Samarinda)

Liputan6.com, Jakarta - Borneo FC kembali menegaskan ambisi besarnya untuk meraih gelar di BRI Super League 2026/2027. Dengan melakukan restorasi total, tim yang dikenal dengan julukan Pesut Etam ini bertekad untuk mengubah nasib setelah gagal meraih juara musim lalu.

Restorasi ini terinspirasi dari kebijakan Restorasi Meiji yang pernah diterapkan Jepang pada abad ke-18, yang membawa perubahan signifikan bagi negara tersebut.

Setelah kegagalan di musim sebelumnya, seluruh elemen tim Borneo FC bersatu untuk melakukan perombakan besar-besaran. Salah satu langkah berani yang diambil adalah melepas semua tim kepelatihan di bawah kendali Fabio Lefundes.

Posisi pelatih kini diisi oleh Mauro Jeronimo, pelatih asal Portugal yang membawa serta staf kepercayaannya untuk membangun tim yang lebih kompetitif.


Skuad Muda dan Berani

Logo Borneo FC. (Bola.com/Generated AI ChatGPT)

Borneo FC melakukan perubahan drastis dengan melepas 15 pemain kunci yang menjadi tulang punggung tim saat menjadi runner-up di edisi sebelumnya. Di antara pemain yang dilepas adalah kapten tim, Nadeo Argawinata, yang bergabung dengan Persija Jakarta, serta Mariano Peralta yang pindah ke Persib Bandung. Kesetiaan gelandang Kei Hirose dan M. Sihran juga harus berakhir di musim ini.

Tim ini juga membebaskan dua pemain muda binaan, Alfharezzi Buffon dan kiper Daffa Fasya, ke klub lain. Sebagai gantinya, Borneo FC memperkenalkan wajah baru yang lebih segar untuk bersaing di liga. Dari jajaran pemain impor, hanya Caxambu, Juan Villa, dan Marcos Astina yang tersisa, sementara kiper Kadu Monteiro didatangkan dari PSBS untuk memperkuat lini belakang.

Di sektor pertahanan, Borneo FC merekrut Iago Mendonça dan Christian, sedangkan lini tengah diperkuat oleh Njabulo Blom dan Gabriel Oliveira. Untuk menambah daya serang, mereka mendatangkan Rodrigo Varanda, Kablan Davy N'Goma, dan Rubio. Dengan rata-rata usia skuad yang hanya 15,6 tahun, Borneo FC menempati urutan keempat sebagai tim termuda di liga, dengan total 37 pemain dalam skuad.


Kedalaman Tim untuk Berbagai Agenda

Borneo FC - Ilustrasi Logo Borneo FC 2024 (Bola.com/Adreanus Titus)

Kebijakan restorasi ini bukan tanpa alasan. Borneo FC memerlukan kedalaman skuad yang kuat untuk menghadapi empat kompetisi sekaligus, termasuk BRI Super League 2026/2027, League Cup, ASEAN Cup, dan AFC Challenge League. Penunjukan Mauro Jeronimo sebagai pelatih juga didasarkan pada pengalamannya yang mumpuni, setelah sebelumnya menahkodai klub Vietnam, Nam Định, di ajang ASEAN Cup dan ACL Two.

Dikabarkan, Borneo FC masih berencana untuk mendatangkan dua pemain baru guna memperkuat tim. Dengan harapan meraih setidaknya satu gelar dari empat kompetisi yang diikuti, Borneo FC bertekad untuk menambah koleksi trofi di lemari prestasi mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya