Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya baru menerima pemberitahuan dari dua elemen masyarakat terkait rencana aksi demonstrasi yang akan berpusat di kawasan Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Polisi masih menunggu pemberitahuan dari kelompok lainnya yang berencana turun ke jalan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, dua elemen yang telah memberikan pemberitahuan yakni Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dan Aliansi Masyarakat Putih (AMP).
Advertisement
“Nah, ini juga kami kan juga harus melihat, sampai dengan hari ini kita masih menunggu surat pemberitahuan yang masuk,” kata Budi kepada wartawan, Rabu (26/8/2026).
Berdasarkan pemberitahuan yang diterima sementara, polisi memperkirakan sekitar 500 orang akan mengikuti aksi dengan titik konsentrasi di kawasan DPR/MPR.
Menurut Budi, pemberitahuan aksi diperlukan agar kepolisian dapat memperhitungkan kekuatan personel dan menyiapkan pengamanan. Sebab, kepolisian tidak hanya mengamankan jalannya penyampaian aspirasi, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat lainnya tetap berjalan.
Pengamanan Demo
Pengamanan antara lain mencakup kelancaran lalu lintas dan transportasi publik hingga aktivitas sekolah, pusat perbelanjaan dan kegiatan perekonomian.
“Ini juga kita harus memberikan rasa aman. Kita melihat sampai saat ini kegiatan aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasanya. Sekolah masih berjalan, sampai bahkan ada sekolah yang besok masih tetap membuka tatap muka. Termasuk kegiatan-kegiatan perekonomian lainnya,” ujarnya.
Budi menegaskan kepolisian memberikan ruang kepada masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, peserta aksi diminta tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
“Kami mengimbau tidak merusak fasilitas umum, memperhatikan kegiatan masyarakat lainnya. Terus berpikirlah untuk kita menjaga Indonesia ini aman, damai, dan kondusif,” katanya.