Liputan6.com, Islamabad - Sedikitnya 14 bayi baru lahir tewas akibat kebakaran di sebuah rumah sakit di Islamabad, ibu kota Pakistan.
Kebakaran terjadi pada Rabu pagi di lantai tiga unit ibu dan anak Rumah Sakit Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS), salah satu rumah sakit pemerintah terbesar di Islamabad.
Advertisement
Juru bicara rumah sakit mengatakan kepada BBC bahwa api berasal dari sebuah AC yang terbakar.
Saat itu, ada 15 bayi yang dirawat di ruangan tersebut. Hanya satu bayi yang berhasil diselamatkan.
Menteri Kesehatan Pakistan Mustafa Kamal menuturkan kepada Geo News bahwa sebagian bayi berada di dalam inkubator, sementara lainnya menggunakan peralatan oksigen.
Oksigen tidak terbakar dengan sendirinya. Namun, oksigen dapat membuat api membesar dan menyebar lebih cepat karena benda-benda di sekitarnya menjadi lebih mudah terbakar.
Selain bayi-bayi tersebut, petugas juga menyelamatkan sedikitnya 19 orang dari rumah sakit, yakni 10 perempuan, tujuh anak, dan dua laki-laki.
Polisi mengatakan kondisi jenazah para bayi mengalami luka bakar parah. Karena itu, identitas mereka harus dipastikan melalui tes DNA.
Jenazah baru bisa diserahkan kepada keluarga setelah proses identifikasi selesai.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyampaikan duka mendalam atas kebakaran tersebut. Ia juga memerintahkan penyelidikan segera dilakukan, menurut pernyataan dari kantornya.
"Kehilangan anak-anak dalam tragedi ini tidak mungkin tergantikan," demikian pernyataan tersebut.
Pemerintah Distrik Islamabad kemudian membentuk tim untuk mencari tahu penyebab kebakaran. Tim itu diminta menyerahkan laporan dalam waktu 24 jam.
Di luar rumah sakit, seorang pria mengatakan kepada BBC bahwa bayinya yang baru berusia tiga hari ikut tewas dalam kebakaran.
Sejumlah keluarga tampak berkumpul di dekat pintu masuk rumah sakit. Mereka menangis di sekitar bangsal tempat kebakaran terjadi.
Hivsa Walid mengatakan kepada BBC bahwa ia berada di dalam rumah sakit ketika api mulai muncul. Saat itu, ia menemani saudara iparnya yang baru melahirkan beberapa hari sebelumnya.
Mereka berada di ruang bayi yang letaknya berseberangan dengan ruangan tempat kebakaran bermula.
Walid mengatakan mereka sempat mendengar teriakan. Awalnya, mereka mengira ada seseorang yang meninggal. Namun, tak lama kemudian asap mulai terlihat.
Mereka langsung menggendong bayi yang bersama mereka dan berlari keluar. Bayi itu masih sangat kecil dan bahkan belum diberi nama.
Polisi berjaga di pintu masuk rumah sakit setelah kebakaran. Pecahan kaca dari jendela yang hancur berserakan di trotoar bersama masker medis.
PIMS merupakan salah satu rumah sakit terbesar di Islamabad. Unit ibu dan anak di rumah sakit itu memiliki 156 tempat tidur.
Pakistan beberapa kali mengalami kebakaran besar dalam beberapa tahun terakhir. Lemahnya aturan keselamatan, standar bangunan, serta penegakan aturan kerap menjadi masalah dalam kasus-kasus semacam ini.
Pada Januari, kebakaran melanda pusat perbelanjaan Gul Plaza di Karachi, kota terbesar di Pakistan. Sebanyak 67 orang tewas dalam peristiwa tersebut.