Jangan Tunggu Rusak Parah, Kenali Gejala Support Shock Bermasalah

Kenali 5 tanda support shock mobil mulai bermasalah agar kenyamanan dan kestabilan berkendara tetap terjaga.

oleh M. Ridwan MaulanaDiterbitkan 29 Agustus 2026, 12:06 WIB
Ilustrasi mesin mobil. (Photo by Erik Mclean on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Kerusakan pada bagian kaki-kaki mobil terkadang sulit dikenali sejak awal. Salah satu komponen yang perlu diperhatikan adalah support shock atau strut mount.

Komponen dudukan yang menghubungkan bagian atas shock absorber dengan bodi atau sasis mobil.

Komponen ini berada di bagian atas shock absorber dan sebagian dapat terlihat ketika kap mesin dibuka.

Dilansir dari laman Daihatsu, Sabtu ( 29/8/2026) terdapat sejumlah cara sederhana untuk mengenali kondisi support shock sebelum kerusakan merembet ke komponen kaki-kaki lainnya.

1. Perhatikan Munculnya Bunyi Aneh

Tanda pertama yang dapat dirasakan adalah munculnya suara “gluduk” atau “kletek” dari area roda depan.

Bunyi tersebut biasanya terdengar ketika mobil melewati jalan bergelombang, polisi tidur, atau saat setir diputar.

Cara mengeceknya, mobil dapat dikendarai secara perlahan di jalan yang tidak rata sembari memperhatikan suara dari bagian depan.

Jika bunyi muncul ketika berbelok atau melewati polisi tidur, kondisi support shock perlu diperiksa lebih lanjut.

2. Rasakan Getaran pada Setir

Selanjutnya, support shock yang mulai bermasalah juga dapat memengaruhi kestabilan kemudi.

Gejala ini bisa terasa ketika mobil melaju pada kecepatan sedang hingga tinggi, terutama saat melewati permukaan jalan yang kurang rata.

Jika setir terasa bergetar secara tidak normal atau mobil terasa kurang presisi ketika dikendalikan, kondisi support shock sebaiknya diperiksa.

Gejala tersebut dapat menunjukkan komponen sudah tidak bekerja optimal dalam meredam guncangan.

Sebaiknya, jika gejala itu sudah di rasakan secepatnya untuk mengganti support shock dengan yang baru agar tidak mengalami kerusakan yang lebih parah.

3. Cek Secara Visual di Kolong Mobil

Pemeriksaan juga dapat dilakukan secara visual pada bagian atas shockbreaker.

Jika memungkinkan, perhatikan kondisi komponen dari kolong mobil atau setelah kendaraan didongkrak dengan prosedur yang aman.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain karet yang retak, sobek atau getas, baut dudukan yang kendur atau berkarat, serta posisi shockbreaker yang terlihat miring atau tidak simetris dengan sisi lainnya.

4. Perhatikan Keausan Ban yang Tidak Merata

Kondisi support shock yang bermasalah juga dapat memengaruhi sudut roda ketika mobil melaju. Dampaknya, permukaan ban dapat mengalami keausan yang tidak merata, terutama pada bagian tepi.

Karena itu, pemilik mobil sebaiknya turut memperhatikan pola keausan ban. Jika ditemukan keausan yang terlihat tidak wajar, pemeriksaan kaki-kaki, termasuk support shock, dapat dilakukan secara bersamaan.

5. Percayakan pada Bengkel Resmi

Meski sejumlah gejala dapat dikenali sendiri, pemeriksaan lebih akurat tetap membutuhkan peralatan khusus di bengkel.

Teknisi dapat mendeteksi keausan yang belum terlihat secara kasat mata sekaligus memberikan rekomendasi penanganan.

Oleh karena itu, disarankan agar pemilik mobil tidak menunda perawatan ketika menemukan tanda-tanda tersebut.

Jika, support shock yang dibiarkan bermasalah dalam waktu lama tidak hanya mengurangi kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi memperpendek usia komponen kaki-kaki lainnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya