Momen Hangat Prabowo Bercanda dengan Anak-Anak di Pengungsian Gempa NTT

Prabowo menyapa dan berbincang dengan sejumlah anak-anak yang ada di lokasi.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 26 Agustus 2026, 14:48 WIB
Presiden Prabowo Subianto di posko pengungsian Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026) (Youtube Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menemui masyarakat terdampak gempa yang berada di posko pengungsian Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026). Prabowo hadir untuk melihat langsung penanganan pascagempa.

Prabowo tiba di lokasi pengungsian sekitar pukul 14.05 WIB dengan menaiki mobil Maung berwarna putih. Dia didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Prabowo terlebih dahulu mendengarkan penjelasan dari aparat di lapangan dan kepala daerah setempat. Saat meninjau lokasi pengungsian, Prabowo tiba-tiba bertemu dengan sejumlah anak-anak.

Prabowo tampak menyapa dan berbincang dengan sejumlah anak-anak yang ada di lokasi. Senyum sumringah terlihat di wajah anak-anak saat melihat Prabowo.

"Kok kenal saya sih?" tanya Prabowo kepada anak-anak itu.

Anak-anak terlihat tertawa bahagia saat diajak berbincang oleh Prabowo. Sebagian dari mereka meminta Prabowo bergoyang.

"Oke gas, oke gas," kata seorang anak sambil menyalami Prabowo.

"Pak Prabowo goyang-goyang," ujar seorang anak kepada Prabowo.

Prabowo tersenyum melihat keceriaan anak-anak yang terdampak gempa itu. Prabowo pun tertawa kecil sembari mengajak anak-anak bercanda.

"Yang dia inget oke gas," kata Prabowo.

Dalam kunjungan ini, Prabowo melihat kondisi warga terdampak gempa yang berada di lokasi pengungsian. Prabowo juga mengecek dapur umum serta menyapa warga lainnya.

 

Prabowo Terima Laporan Gempa NTT, Ribuan Guncangan hingga Korban

Presiden Prabowo Subianto di posko pengungsian Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026) (Youtube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) di Yonif 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Rabu (26/8/2026). Dalam rapat tersebut, disampaikan laporan kondisi terkini di NTT pascagempa, jumlah pengungsi, hingga penanganan warga terdampak.

"Yang terhormat Bapak Presiden, hari ini di posko penanganan bencana gempa bumi Nusa Tenggara Timur bertempat di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo telah hadir Menteri ESDM, Mendagri, Kapolri, Wakil Panglima TNI, beserta Forkopimda, Gubernur NTT, Kapolda, ada Bupati Nagekeo. Selanjutnya kepada Kepala BNPB akan menjelaskan singkat, dipersilakan," kata Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya membuka rapat, Rabu.

Kepala BNPB Suharyanto melaporkan, ada tujuh kabupaten di NTT yang terdampak gempa magnitudo (M) 7 beberapa waktu lalu, salah satunya Kabupaten Nagekeo. Dia menyampaikan total gempa yang terjadi mencapai 7.259 kali sejak 15 Agustus hingga Rabu siang.

"Kemudian kami laporkan data per siang ini, ini yang kemarin Bapak Presiden. Hari ini sebetulnya Bapak Kepala BMKG sudah punya data lagi. Ini kemarin saja datanya untuk gempanya 7.259 kali, Bapak Presiden," kata Suharyanto sebagaimana disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Rabu.

Meski begitu, dia mengatakan sudah tidak ada gempa susulan bermagnitudo 7 seperti yang mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026 lalu. Suharyanto menyebut jumlah gempa susulan M 6,2 di NTT sebanyak 143 kali sejak 15 Agustus.

"Tapi yang tidak ada lagi yang gempanya di atas 7,7. Ada gempa yang 6,2, ini dari Kepala BMKG nanti mungkin akan menjelaskan secara lebih rinci. Hanya gempa susulannya itu 142 kemarin, sekarang sudah 143 kali, Bapak Presiden, yang dirasakan oleh masyarakat, yang terasa," jelas dia.

"Dari hari ini?" tanya Prabowo.

"Dari mulai tanggal 15 sampai sekarang. Kalau hari ini hanya tinggal satu kali, kemarin Bapak Presiden," jawab Suharyanto.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya