Penjelasan Protelindo Terkait Kepemilikan Saham di BTEL

PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) buka suara mengenai kepemilikan saham perseroan di Bakrie Telecom (BTEL).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 26 Agustus 2026, 12:42 WIB
Layar komputer menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) memberikan penjelasan mengenai pemberitaan media massa pada 24 Agustus 2026 terkait laporan kepemilikan saham seiring pelaksanaan obligasi wajib konversi (OWK) PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu, (26/8/2026), perseroan memandang perlu menyampaikan klarifikasi untuk meluruskan informasi dalam pemberitaan media pada 24 Agustus 2026.

Perseroan menyebutkan,seperti yang diinformasikan dalam laporan keuangan (LK) 30 Juni 2026 perseroan dan laporan kepemilikan saham, perolehan saham BTEL oleh perseroan secara langsung merupakan pelaksanaan konversi obligasi wajib konversi (bukan pelaksanaan repurchase agreement) berdasarkan perjanjian perdamaian pada 8 Desember 2014 yang dibuat antara BTEL dengan para kreditur terkait, termasuk perseroan.

"Perjanjian perdamaian di atas merupakan tindak lanjut atas puluhan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terkait dengan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara BTEL pada 10 November 2014,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Perseroan menyatakan, kepemilikan saham tersebut tidak bersifat material terhadap kegiatan usaha maupun kondisi keuangan perseroan. Dalam menjalankan strategi bisnisnya, perseroan tetap fokus pada pengembangan kegiatan usaha utama dan senantiasa mempertimbangkan setiap peluang bisnis secara selektif dengan memperhatikan kepentingan jangka panjang perseroan dan para pemangku kepentingan.

Protelindo Genggam 10,86% Saham BTEL

Pejalan kaki duduk di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang merupakan bagian dari grup Djarum yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia Tbk (Protelindo) mengenggam 10,86% saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/8/2026), Protelindo memiliki 4.846.785.385 atau 4,84 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 200 per saham pada 20 Agustus 2026. Nilai saham BTEL itu sekitar Rp 969,35 miliar. Saham BTEL itu digenggam Protelindo seiring penerimaan hasil konversi kepemilikan obligasi wajib konversi (OWK).

Dalam keterbukaan informasi disebutkan, Protelindo bukan pengendali.

Adapun dengan penerimaan hasil konversi kepemilikan OWK BTEL itu, Protelindo genggam 10,86% saham BTEL. Sebelumnya, Protelindo tidak memiliki saham BTEL.

Dalam keterbukaan informasi BTEL pada 21 Agustus 2026 disebutkan pelaksanaan obligasi wajib konversi perseroan. Seiring proses OWK dengan tanggal efektif dari BEI per 2 September 2016 untuk emiten PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), disebutkan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) sebanyak 250.808.348 saham, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia sebanyak 4.846.785.385 lembar saham.

Selain itu, PT Komet Infra Nusantara sebanyak 47.357.758 saham, PT Solusi Tunas Pratama Tbk sebanyak 888.123.303 saham, PT Sarana Inti Persada sebanyak 35.505.120 lembar saham dan PT Reka Jasa Akses sebanyak 247.497.304 lembar saham telah melakukan konversi OWK. Rinciannya antara lain saldo saham yang dicatatkan sebelumnya 38.330.244.255 lembar saham BTEL dan pelaksanaan konversi OWK pada 20 Agustus 2026 sebesar 6.316.077.218 saham dengan demikian total jumlah saham 44.646.321.473 saham.

Dengan demikian, jumlah saham BTEL yang dicatatkan di BEI pada 20 Agustus 2026 adalah sebanyak 44.646.321.473 lembar saham.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya