Pantangan Haji Bolot Usai Sakit Jantung, Bandel Susah Berhenti Merokok

Haji Bolot masih sulit berhenti merokok setelah sakit jantung. Simak pantangan, perubahan kebiasaan minum kopi, hingga cara keluarga membantunya.

oleh Renisya Satya PutriDiterbitkan 26 Agustus 2026, 11:34 WIB
Bolot pun memberikan pernyataannya tentang sosok Mpok Nori. Apa yang dikatakannya? Klik di sini!

Liputan6.com, Jakarta - Komedian senior Haji Bolot masih harus menjalani sejumlah pantangan usai menjalani perawatan akibat sakit jantung. Salah satu yang paling sulit dihilangkan adalah kebiasaan merokoknya.

Asisten sekaligus orang kepercayaan Haji Bolot, Wahyu menjelaskan bahwa dari segi makanan sebenarnya tidak ada pantangan khusus dari dokter.

"Kalau makan nggak ada sih, paling rokok," ujar Wahyu saat ditemui di kawasan Tendean, Selasa (25/8/2026).


Sulit Berhenti Merokok Meski Dilarang Dokter

Haji Bolot. (dok. Kapanlagi.com)

Meski dokter melarang keras, Wahyu mengakui Haji Bolot masih kerap bandel. Dikatakan bahwa pria kelahiran 5 Maret 1942 itu sulit sepenuhnya berhenti merokok.

"Susah, emang susah ngerokok," kata Wahyu.


Mulai Membatasi Kebiasaan Minum Kopi

Selain rokok, perubahan pola hidup Haji Bolot juga terlihat dari kebiasaan minum kopi yang kini mulai dibatasi jumlahnya.

"Ada sih, paling ngurangin itu doang, ngerokok. Kopi kita masih ngopi, cuma nggak sekaya kemarin, dibatas," jelas Wahyu.


Perubahan Gaya Hidup Pasca Sakit Jantung

Untuk penurunan jumlah konsumsi kopi per hari cukup signifikan. Wahyu menceritakan, sebelum sakit Haji Bolot bisa menghabiskan lima hingga enam gelas kopi dalam sehari. Kini jumlah tersebut dibatasi hanya dua gelas saja.

"Tadinya lagi sebelum sakit satu hari itu bisa 5-6 gelas. Tapi sekarang kita batesin," ungkap Wahyu.

Untuk mengalihkan kebiasaan merokok, keluarga pun selalu menyediakan permen sebagai pengganti bagi Haji Bolot.

"Selalu sedia permen," tutup Wahyu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya