Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 19 perusahaan asal India masuk dalam daftar Forbes Asia “100 to Watch 2026”, menjadikan India sebagai negara dengan jumlah perusahaan terbanyak dalam daftar tahunan yang menyoroti startup dan perusahaan kecil yang berkembang di kawasan Asia-Pasifik.
Forbes Asia mencatat India memimpin daftar dengan 19 perusahaan, disusul Singapura dengan 15 perusahaan, China 10 perusahaan, Jepang dan Korea Selatan masing-masing sembilan perusahaan, serta Indonesia dan Australia masing-masing delapan perusahaan.
Advertisement
Forbes Asia menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu penggerak utama inovasi dalam daftar tahun ini. Hampir seperempat dari 100 perusahaan yang terpilih merupakan perusahaan teknologi enterprise yang menawarkan layanan berbasis AI untuk membantu bisnis mengotomatisasi operasional.
"Daftar 100 to Watch tahunan keenam Forbes Asia terus menyoroti startup dan perusahaan kecil yang memimpin gelombang inovasi berikutnya di kawasan ini, yang sebagian besar didukung AI,” kata Editorial Director Forbes Asia Rana Wehbe Watson dalam rilis, dikutip Selasa (25/8/2026).
Menurut Rana, sejumlah perusahaan dalam daftar mengembangkan teknologi enterprise untuk membantu usaha kecil dan menengah mengintegrasikan otomatisasi ke dalam operasional. Perusahaan lainnya mengembangkan robotika untuk kebutuhan seperti layanan bagi lansia dan penelitian ilmiah.
Forbes Asia juga mencatat sektor robotika berkembang pesat dengan 10 perusahaan masuk dalam daftar 2026. Inovasi teknologi tersebut berjalan beriringan dengan perkembangan bioteknologi, kesehatan, teknologi hijau, keuangan, manufaktur, dan teknologi antariksa.
Secara keseluruhan, 100 perusahaan dalam daftar tersebut telah menghimpun pendanaan lebih dari US$ 2,4 miliar atau Rp 45,2 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.720) . Hampir US$ 1 miliar atau Rp 17,72 triliun dari total pendanaan itu dihimpun sepanjang 2026, yang menunjukkan besarnya minat investor terhadap perusahaan rintisan di kawasan Asia-Pasifik.
Daftar 19 Perusahaan India Masuk Forbes Asia 100 to Watch 2026
Berikut 19 perusahaan India yang masuk Forbes Asia “100 to Watch 2026”:
1. Aaritya Broking, digitalisasi sektor keuangan
Aaritya Broking masuk kategori Keuangan dalam daftar Forbes Asia. Perusahaan yang didirikan pada 2023 tersebut dipimpin Dale Vaz.
Masuknya Aaritya Broking memperlihatkan bahwa sektor keuangan digital masih menjadi salah satu ruang inovasi penting di India. Perusahaan ini menjadi bagian dari kelompok startup yang membawa pendekatan teknologi ke industri jasa keuangan.
2. Abcoffee, menggarap perdagangan kopi
Abcoffee masuk kategori E-commerce & Retail. Perusahaan tersebut berdiri pada 2022 dan dipimpin Abhijeet Anand.
Kehadiran Abcoffee menunjukkan bahwa perkembangan startup India tidak hanya berpusat pada teknologi murni. Model bisnis berbasis perdagangan dan ritel juga mendapat tempat dalam daftar perusahaan yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan.
3. Agnit Semiconductors, memperkuat industri semikonduktor
Agnit Semiconductors masuk kategori Industri & Manufaktur. Perusahaan yang didirikan pada 2019 tersebut dipimpin Hareesh Chandrasekar.
Kehadiran Agnit Semiconductors menjadi penting di tengah meningkatnya perhatian terhadap rantai pasok semikonduktor di Asia. Perusahaan ini merepresentasikan upaya startup India untuk masuk ke industri teknologi yang membutuhkan kemampuan manufaktur dan rekayasa tinggi.
4. Centricity WealthTech, mengembangkan teknologi pengelolaan kekayaan
Centricity WealthTech masuk kategori Keuangan. Perusahaan tersebut berdiri pada 2021 dan dipimpin Manu Awasthy.
Startup ini menunjukkan perkembangan teknologi finansial India yang mulai menyasar pengelolaan kekayaan. Kehadiran perusahaan tersebut juga memperlihatkan bahwa inovasi fintech tidak hanya berkaitan dengan pembayaran dan pinjaman, tetapi juga layanan investasi dan pengelolaan aset.
5. Dhruva Space, membawa startup India ke sektor antariksa
Dhruva Space masuk kategori Teknologi Antariksa. Perusahaan yang berdiri pada 2012 tersebut dipimpin Sanjay Nekkanti.
Masuknya Dhruva Space memperlihatkan semakin luasnya ekosistem teknologi India. Startup tersebut menempatkan sektor antariksa sebagai salah satu bidang yang mulai diisi perusahaan swasta dan inovator teknologi.
Daftar 19 Perusahaan India Masuk Forbes Asia 100 to Watch 2026: 6-10
6. Everstage, mengembangkan teknologi enterprise
Everstage masuk kategori Teknologi Enterprise. Perusahaan yang didirikan pada 2020 tersebut dipimpin Siva Rajamani.
Kehadiran Everstage sejalan dengan tren utama “100 to Watch 2026” yang menempatkan teknologi enterprise sebagai salah satu kelompok terbesar dalam daftar. Perusahaan teknologi enterprise dinilai memiliki ruang pertumbuhan karena kebutuhan bisnis terhadap otomatisasi dan digitalisasi terus meningkat.
7. Equal Identity, menggarap teknologi konsumen
Equal Identity masuk kategori Teknologi Konsumen. Startup yang didirikan pada 2022 tersebut dipimpin Keshav Reddy.
Perusahaan ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi India juga menyasar kebutuhan pengguna akhir. Model tersebut melengkapi dominasi startup India di sektor enterprise dan teknologi keuangan.
8. FirstClub Technology, masuk gelombang baru e-commerce India
FirstClub Technology masuk kategori E-commerce & Retail. Perusahaan yang berdiri pada 2024 tersebut dipimpin Ayyappan R.
Usia perusahaan yang relatif muda tidak menghalangi FirstClub Technology masuk dalam daftar Forbes Asia. Kehadirannya menunjukkan bahwa sektor perdagangan digital India masih membuka ruang bagi pemain baru dengan pendekatan teknologi.
9. Holaport Logistics, mengembangkan teknologi logistik
Holaport Logistics atau Xhipment masuk kategori Industri & Manufaktur. Perusahaan yang didirikan pada 2022 tersebut dipimpin Bharat Bhardwaj.
Masuknya Xhipment memperlihatkan bahwa digitalisasi rantai pasok menjadi bagian dari perkembangan startup India. Teknologi logistik menjadi semakin penting karena perusahaan membutuhkan sistem yang lebih efisien untuk mengelola pergerakan barang dan rantai pasok.
10. Kazam, mendorong ekosistem kendaraan listrik
Kazam masuk kategori Energi & Teknologi Hijau. Startup yang didirikan pada 2020 tersebut dipimpin Akshay Shekhar.
Perusahaan ini membawa India ke dalam tren transisi energi yang juga terlihat dalam daftar Forbes Asia 2026. Kehadiran Kazam menunjukkan bahwa teknologi hijau berkembang tidak hanya melalui energi terbarukan, tetapi juga melalui ekosistem kendaraan listrik.
Daftar 19 Perusahaan India Masuk Forbes Asia 100 to Watch 2026: 11-15
11. Mitigata, memperkuat teknologi enterprise
Mitigata masuk kategori Teknologi Enterprise. Perusahaan tersebut didirikan pada 2021 dan dipimpin Mohit Anand.
Kehadiran Mitigata menambah jumlah perusahaan India yang bergerak di teknologi enterprise dalam daftar Forbes Asia. Segmen ini menjadi salah satu sektor yang paling mencerminkan pergeseran bisnis menuju otomatisasi dan pemanfaatan AI.
12. Moving Tech Innovations, mengembangkan teknologi mobilitas
Moving Tech Innovations, yang dikenal melalui Namma Yatri, masuk kategori Teknologi Konsumen. Perusahaan tersebut didirikan pada 2023 dan dipimpin Magizhan Selvan.
Namma Yatri merepresentasikan perkembangan teknologi mobilitas yang menyasar kebutuhan konsumen sehari-hari. Kehadirannya menunjukkan bahwa startup India tidak hanya mengembangkan teknologi untuk perusahaan, tetapi juga untuk layanan yang digunakan langsung masyarakat.
13. NowPurchase, mendigitalisasi perdagangan industri
NowPurchase masuk kategori Industri & Manufaktur. Perusahaan yang didirikan pada 2016 tersebut dipimpin Naman Shah.
Kehadiran NowPurchase menunjukkan peluang digitalisasi pada sektor industri yang selama ini tidak selalu menjadi pusat perhatian dalam ekosistem startup. Perusahaan ini menempatkan teknologi sebagai bagian dari proses perdagangan dan kebutuhan manufaktur.
14. Pratech Brands, memperluas bisnis ritel digital
Pratech Brands melalui HyugaLife masuk kategori E-commerce & Retail. Perusahaan tersebut berdiri pada 2021 dan dipimpin Sachin Parikh.
Masuknya Pratech Brands memperkuat posisi India sebagai salah satu pusat inovasi perdagangan digital dalam daftar Forbes Asia 2026. Perusahaan ini menjadi salah satu contoh startup India yang memanfaatkan teknologi untuk membangun bisnis ritel.
15. Simplismart, membawa AI ke teknologi enterprise
Simplismart masuk kategori Teknologi Enterprise. Perusahaan yang didirikan pada 2022 tersebut dipimpin Amritanshu Jain.
Kehadiran Simplismart menjadi relevan dengan tema AI dalam daftar Forbes Asia. Perusahaan teknologi enterprise berbasis AI menjadi salah satu kelompok terbesar dalam “100 to Watch 2026”, yang menunjukkan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap solusi AI.
Daftar 19 Perusahaan India Masuk Forbes Asia 100 to Watch 2026: 16-19
16. TenB Fintech, mengembangkan layanan keuangan digital
TenB Fintech melalui Ambak masuk kategori Keuangan. Perusahaan tersebut didirikan pada 2023 dan dipimpin Raghuveer Malik.
Ambak memperlihatkan perkembangan fintech India yang terus berkembang melalui pemain baru. Perusahaan ini menjadi salah satu dari beberapa startup India dalam daftar yang bergerak di sektor keuangan.
17. Theranautilus, membawa nanoteknologi ke kesehatan
Theranautilus masuk kategori Bioteknologi & Kesehatan. Perusahaan yang didirikan pada 2020 tersebut dipimpin Peddi Shanmukh Srinivas.
Kehadiran Theranautilus menjadi salah satu representasi startup deep tech India. Forbes Asia menyoroti perkembangan robotika dan teknologi medis dalam daftar 2026, termasuk inovasi nanorobot yang diarahkan untuk kebutuhan terapi kanker.
18. TrueFoundry, mengembangkan infrastruktur AI
TrueFoundry masuk kategori Teknologi Enterprise. Perusahaan yang didirikan pada 2021 tersebut dipimpin Nikunj Bajaj.
TrueFoundry memperkuat kelompok perusahaan India yang bergerak di teknologi enterprise. Kehadirannya juga relevan dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap infrastruktur dan implementasi AI.
19. Valueplus Technologies, memperkuat teknologi investasi
Valueplus Technologies melalui AssetPlus masuk kategori Keuangan. Perusahaan tersebut didirikan pada 2016 dan dipimpin Vishranth Suresh.
AssetPlus menjadi salah satu perusahaan India yang membawa inovasi teknologi ke sektor keuangan. Kehadirannya memperlihatkan bahwa fintech tetap menjadi bagian penting dari ekosistem startup India.
India Paling Banyak, 19 Perusahaan
Ke-19 perusahaan tersebut menempatkan India sebagai negara dengan representasi terbesar dalam “100 to Watch 2026”. Komposisi itu juga menunjukkan kekuatan startup India tersebar di berbagai sektor, bukan hanya teknologi konsumen.
Sektor teknologi enterprise menjadi salah satu kelompok penting dengan perusahaan seperti Everstage, Mitigata, Simplismart, dan TrueFoundry. Sementara itu, sektor keuangan diwakili Aaritya Broking, Centricity WealthTech, TenB Fintech, dan Valueplus Technologies.
India juga memiliki wakil di sektor e-commerce, industri dan manufaktur, teknologi hijau, antariksa, teknologi konsumen, serta bioteknologi dan kesehatan. Diversifikasi tersebut memperlihatkan kedalaman ekosistem inovasi India.
Secara keseluruhan, perusahaan yang masuk "100 to Watch 2026” telah mengumpulkan pendanaan US$ 2,4 miliar, dengan hampir US$ 1 miliar dihimpun sepanjang 2026.
Forbes Asia menggunakan sejumlah indikator dalam proses seleksi, termasuk dampak terhadap industri dan kawasan, kecocokan pasar, model bisnis, inovasi, pertumbuhan pendapatan, serta kemampuan menarik pendanaan.
Kriteria dasar daftar tersebut juga mencakup perusahaan yang berkantor pusat di Asia-Pasifik, didirikan sebelum Agustus 2025, memiliki pendapatan tahunan tidak lebih dari US$ 50 juta atau Rp 886 miliar, dan total pendanaan ekuitas tidak lebih dari US$ 100 juta atau Rp 1,77 triliun.