Liputan6.com, Jakarta - Hoaks mengenai Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 kembali beredar di media sosial. Masyarakat pun diminta waspada terhadap hoaks yang mengatasnamakan program BSU 2026.
Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan, hingga saat ini, belum ada kebijakan maupun informasi resmi mengenai penyaluran BSU 2026. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama unggahan yang menawarkan pendaftaran BSU melalui link atau situs yang tidak resmi.
Advertisement
Lalu apa saja hoaks mengenai BSU 2026 yang beredar di media sosial? Simak daftarnya berikut ini:
1. Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran BSU Cair Agustus 2026
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pendaftaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) cair Agustus 2026. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 20 Agustus 2026.
Berikut isi unggahannya:
"BANTUAN BSU CAIR AGUSTUS 2026
PENTING!BSU hanya diberikan 1 kali pada tahun 2026
Pastikan data diri dan rekening bank anda aktif dan sesuai
Penyaluran dilakukan bertahap mulai Agustus 2026
INFORMASI LEBIH LENGKAP
KUNJUNGI LINK RESMI DI BIO/ PROFIL RESMI
BANTUAN BSU 2026 UNTUK PEKERJA, UNTUK INDONESIA LEBIH SEJAHTERA"
Unggahan disertai link pendaftaran. Jika link tersebut diklik, akan mengarah pada halaman situs yang menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama lengkap hingga nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran BSU yang cair Agustus 2026? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
2. Cek Fakta: Tidak Benar Klaim Pendaftaran BSU Rp 25 Juta per Penerima
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim pendaftaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah sebesar Rp 25 juta per penerima. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 27 Juni 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Bantuan Dana Subsidi Upah Kategori (Reguler) Telah diKeluar Dari Pemerintah dengan Jumlah cair 25jt Per Penerima. Segerah Daftarkan diri Karna Penerima Sangat di batasi oleh pemerinta.Silahkan daftarkan di anda dengan cara ketik DAFTAR."
Unggahan disertai poster yang tulisan sebagai berikut:
"BREAKING NEWS
BANTUAN BSU TELAH CAIR!
TAHUN 2026
Pemerintah telah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) tahun 2026 sebesar kepada pekerja/buruh yang memenuhi syarat.
SUDAH CAIR DI REKENING PENERIMA
RINCIAN BANTUAN BSU 2026
NAMA BANTUAN: Bantuan Subsidi Upah (BSU) Tahun 2026
BESARAN BANTUAN: Rp.25 Ruplah
PERIODE PENCAIRAN: Januari-desember 2026
SASARAN PENERIMA: Pekerja/Buruh aktif dengan gaji maksimal Rp 3.500.000 atau sesuai ketentuan
JUMLAH PENYALURAN: Rp.25jt Rupiah Perpenerima
BSU 2026 hadir untuk membantu pekerja/buruh menjaga daya beli dan mendukung pemulihan ekonomi nasional
BANTUAN DITRANSFER MELALUI
BANK HIMBARA, BSI, PT POS INDONESIA
PASTIKAN DATA DIRI ANDA BENAR & AKTIF DI BPJS KETENAGAKERJAAN
PENTING!
Cek status penerimaan Anda melalui
www.kemnaker.go.id
Aplikasi PosPay
Atau hubungi call center Kemnaker 1500-630"
Unggahan turut menyertakan menu kirim pesan
Lalu benarkah klaim pendaftaran BSU dari pemerintah sebesar Rp 25 juta per penerima? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
3. Cek Fakta: Hoaks Link Pendaftaran BSU Kemnaker Periode April - Juni 2026
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran Bantuan Subsidi Upah (BSU) periode April - Juni 2026 sebesar Rp 600.000 dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 18 April 2026.
Berikut isi unggahannya:
"Informasi! BSU cair lagi senilai Rp 600.000 Buruan Daftar!"
Unggahan menyertakan poster yang berisi tulisan sebagai berikut:
"BSU CAIR LAGI RP600 RIBU
Kemnaker resmi menyalurkan Bantuan Subsidi Upah untuk periode April - Juni 2026"
Unggahan disertai menu daftar. Jika menu daftar diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran BSU periode April - Juni 2026 sebesar Rp 600.000? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.