Emiten ASSA Raih Kredit Rp 40 Miliar, Buat Apa?

PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mendapatkan tambahan kredit dari Bank CIMB Niaga

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Agustus 2026, 20:47 WIB
PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) (Foto: Adi Sarana Armada)

Liputan6.com, Jakarta - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mendapatkan tambahan kredit dari PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin, (24/8/2026), PT Adi Sarana Armada Tbk menandatangani perjanjian kredit dengan PT CIMB Niaga Tbk (Bank) atas tambahan fasilitas kredit dari bank berupa fasilitas pinjaman tetap Rp 40 miliar dengan jumlah pokok sebelumnya Rp 60 miliar. Dengan tambahan fasilitas itu, jumlah pinjaman menjadi Rp 100 miliar.

Perseroan akan memakai fasilitas pinjaman itu untuk menambah modal kerja. Perseroan menyatakan dampak atas tambahan fasilitas kredit yang diterima dari bank yakni pembelian unit kendaraan untuk disewakan kepada pelanggan perseroan. Tambahan kredit itu juga berdampak terhadap kinerja perseroan. "Pendapatan perseroan meningkat sehingga kegiatan usaha perseroan berkembang,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Pada penutupan perdagangan  saham Senin, 24 Agustus 2026, harga saham ASSA turun 2,34% menjadi Rp 625 per saham. Harga saham ASSA dibuka turun lima poin menjadi Rp 635 per saham. Saham ASSA berada di level tertinggi Rp 640 dan terendah Rp 615 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 1.776 kali dengan volume perdagangan saham 117.085 saham. Nilai transaksi Rp 7,3 miliar.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,37% menjadi 6.501,66. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,41% menjadi 641,94. Sebagian besar indeks saham acuan memerah. Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.551 dan level terendah 6.474,57. Sebanyak 367 saham melemah sehingga bebani IHSG. 259 saham menguat dan 166 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 2.194.149 kali dengan volume perdagangan saham 35,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,3 triliun.

Kinerja ASSA hingga Juni 2026

Ilustrasi PT Adi Sarana Armada Tbk/ASSA (Dok: PT Adi Sarana Armada Tbk)

Sebelumnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA), emiten penyedia layanan transportasi, logistik, dan ekosistem kendaraan bekas mencatat kinerja keuangan beragam hingga semester I 2026. Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan, tetapi laba turun hingga Juni 2026.

Di tengah kenaikan biaya seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta kondisi ekonomi yang fluktuatif, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp 3,06 triliun, tumbuh 8,1% secara tahunan (YoY) pada semester I 2026. Di sisi profitabilitas, Perseroan mencetak laba tahun berjalan Rp 271,24 miliar, turun 6,7% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 290,81 miliar, didukung oleh kinerja operasional yang tetap terjaga.

Sementara itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp 200,91 miliar, turun 2,1% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 202,24 miliar.

“Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan, kami bersyukur ASSA mampu menjaga pendapatan stabil, yang menunjukkan bahwa fundamental bisnis Perseroan tetap kuat,” ujar Direktur Utama ASSA, Prodjo Sunarjanto dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (1/8/2026).

 

Segmen Logistik

Hingga periode kali ini, segmen logistik tetap menjadi kontributor terbesar dengan perolehan pendapatan sebesar Rp 1,35 triliun atau tumbuh 13,1% YoY. Sementara segmen rental mencatatkan pendapatan Rp 1,04 triliun atau tumbuh 6,5% YoY. Dari sisi segmen ekosistem kendaraan bekas,

penjualan kendaraan bekas melalui Caroline.id mencatatkan pertumbuhan 8,2% YoY menjadi Rp565,06 miliar, dan bisnis lelang melalui JBA Indonesia masih menghadapi tantangan pasokan kendaraan.

Menurut Prodjo, selain keberhasilan dalam hal optimalisasi dan efisiensi, diversifikasi lini bisnis dengan basis pelanggan yang beragam juga merupakan salah satu faktor pendukung ketahanan kinerja Perseroan. Portofolio bisnis yang terdiversifikasi memungkinkan Perseroan memperoleh pendapatan dari berbagai sumber yang beragam.

 

Penguatan Lini Bisnis Utama

Untuk menjaga kinerja positif tersebut supaya dapat terus berkesinambungan, ASSA tetap fokus untuk terus memperkuat dan memperluas layanan logistik agar menjadi penyedia layanan end-to-end logistic yang paripurna dan terpercaya.

Salah satunya, Perseroan telah menyelesaikan pembangunan gudang logistik rantai dingin melalui Coldpsace yang terletak di Pulo Gadung, dengan kapasitas mencapai 20 ribu palet.

"Tren permintaan yang terus berkembang telah membuat penguatan layanan logistik rantai dingin menjadi penting bagi Perseroan,” kata Prodjo.

Di samping itu, seluruh integrasi layanan logistik juga semakin diperkuat dengan TMS (Transportation Management System) dan WMS (Warehouse Management System) yang terus dikembangkan agar pengiriman berjalan optimal hingga end customer. TMS adalah perangkat lunak untuk mengelola pengiriman barang, termasuk pemilihan rute, optimasi armada, dan pelacakan secara real- time.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya