Liputan6.com, Jakarta - Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur dengan tingkat kesadisan di luar batas kemanusiaan menggemparkan warga Kabupaten Dairi. Dua orang bocah mengalami luka parah di sekujur tubuh akibat dianiaya secara brutal oleh pelaku berinisial RS.
Kasus ini terungkap setelah salah satu korban, AGP, ditemukan oleh warga sekitar dengan kondisi mengenaskan di belakang Gedung Nasional Djauli Manik, Kecamatan Sidikalang, pada Jumat (21/8/2026).
Advertisement
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bentuk penganiayaan yang dialami para korban sangat tidak berperikemanusiaan. Pelaku tega melakukan tindakan kekerasan ekstrem.
Korban dipukul menggunakan berbagai benda tumpul seperti sapu, hanger (gantungan baju), sandal, hingga kayu roti.
Kepala korban dibenturkan secara paksa ke dinding dan lantai. Bagian bibir korban sempat dibakar menggunakan mancis.
Lengan sebelah kiri korban patah akibat didorong secara kasar oleh pelaku, disertai luka lebam parah di sekujur tubuh, perut, hingga kaki.
Kekejaman ini akhirnya terbongkar setelah video kondisi korban yang memprihatinkan beredar dan viral di media sosial. Warga sekitar yang melihat langsung kondisi korban dengan sigap membuat laporan resmi ke Polres Dairi.
Merespons laporan tersebut, jajaran kepolisian bergerak cepat mengamankan pelaku RS guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Sementara itu, korban langsung dievakuasi ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Motif Pelaku
Kasat Reskrim Polres Dairi, Iptu Darman Lumbanraja, menegaskan bahwa motif utama di balik aksi keji ini berkaitan dengan kendala finansial dalam pembayaran upah pengasuhan.
Ibu korban menitipkan kedua anaknya dengan kesepakatan upah Rp500.000 per minggu. Gaji yang disepakati tersebut mengalami kendala dalam pembayarannya.
“Merasa tidak terima dengan masalah pembayaran tersebut, pelaku RS akhirnya melampiaskan kekesalannya secara brutal kepada kedua anak yang tidak berdaya itu,” kata Iptu Darman, Senin (24/8/2026).
Dirujuk ke RSU Haji Medan
Meski kondisi kedua korban dilaporkan sudah mulai membaik, intensitas luka parah yang diderita membuat tim medis mengambil langkah lanjutan.
Kedua bocah tersebut akhirnya dirujuk dari RSUD Sidikalang ke Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan guna mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif dan komprehensif.
Kasus ini kini tengah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Dairi untuk penyelidikan lebih lanjut.