Grup Djarum Melalui Protelindo Genggam 10,86% Saham BTEL

Melalui obligasi wajib konversi (OWK), Grup Djarum melalui Protelindo mengenggam 4,84 miliar saham Bakrie Telecom (BTEL).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Agustus 2026, 18:54 WIB
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang merupakan bagian dari grup Djarum yakni PT Profesional Telekomunikasi Indonesia Tbk (Protelindo) mengenggam 10,86% saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/8/2026), Protelindo memiliki 4.846.785.385 atau 4,84 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 200 per saham pada 20 Agustus 2026. Nilai saham BTEL itu sekitar Rp 969,35 miliar. Saham BTEL itu digenggam Protelindo seiring penerimaan hasil konversi kepemilikan obligasi wajib konversi (OWK).

Dalam keterbukaan informasi disebutkan, Protelindo bukan pengendali.

Adapun dengan penerimaan hasil konversi kepemilikan OWK BTEL itu, Protelindo genggam 10,86% saham BTEL. Sebelumnya, Protelindo tidak memiliki saham BTEL.

Dalam keterbukaan informasi BTEL pada 21 Agustus 2026 disebutkan pelaksanaan obligasi wajib konversi perseroan. Seiring proses OWK dengan tanggal efektif dari BEI per 2 September 2016 untuk emiten PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), disebutkan PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) sebanyak 250.808.348 saham, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia sebanyak 4.846.785.385 lembar saham.

Selain itu, PT Komet Infra Nusantara sebanyak 47.357.758 saham, PT Solusi Tunas Pratama Tbk sebanyak 888.123.303 saham, PT Sarana Inti Persada sebanyak 35.505.120 lembar saham dan PT Reka Jasa Akses sebanyak 247.497.304 lembar saham telah melakukan konversi OWK. Rinciannya antara lain saldo saham yang dicatatkan sebelumnya 38.330.244.255 lembar saham BTEL dan pelaksanaan konversi OWK pada 20 Agustus 2026 sebesar 6.316.077.218 saham dengan demikian total jumlah saham 44.646.321.473 saham.

Dengan demikian, jumlah saham BTEL yang dicatatkan di BEI pada 20 Agustus 2026 adalah sebanyak 44.646.321.473 lembar saham.

Penutupan IHSG pada 24 Agustus 2026

Layar monitor menunjukkan pergerakan pasar saham di lantai Bursa Efek Indonesia menjelang aktivitas perdagangan, Jakarta. (BAY ISMOYO/AFP)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada awal sesi perdagangan saham Senin, (24/8/2026). IHSG hari ini melesat di tengah mayoritas sektor saham menghijau dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di posisi 17.689.

Mengutip data RTI, IHSG dibuka menguat 0,28% menjadi 6.544. Saat dipantau pukul 09.10 WIB, IHSG naik tipis 0,23% menjadi 6.540. Indeks saham LQ45 naik 0,08% menjadi 645. Sebagian besar indeks saham acuan menguat dan melemah.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.551 dan level terendah 6.518,92. Sebanyak 308 saham menguat sehingga angkat IHSG. 219 saham melemah dan 199 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 275.090 kali dengan volume perdagangan saham 5,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.688.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sektor saham keuangan turun 0,29%. Di sisi lain, sektor saham basic menguat 1,38%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi mendaki 0,59%, sektor saham industri menanjak 0,33%, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,43%, sektor saham consumer siklikal mendaki 0,15%.

Lalu sektor saham kesehatan naik 0,16%, sektor saham properti menguat 0,19%, sektor saham teknologi menanjak 0,19%, sektor saham infrastruktur melambung 0,78% dan sektor saham transportasi menguat 0,16%.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya