Dapat Laporan Kebakaran Hutan Sumsel, Prabowo Tambah Helikopter

Prabowo pimpin penanganan kebakaran hutan di Sumsel dan menyiapkan tambahan kekuatan.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 24 Agustus 2026, 16:06 WIB
Prabowo meninjau kebakaran hutan dan lahan. (Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan, Senin (24/8/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan tuntas sekaligus memperkuat pencegahan agar kebakaran serupa tidak terus berulang.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, pesawat kepresidenan yang membawa Prabowo tiba di Palembang, Sumatra Selatan, sekitar pukul 13.35 WIB. Prabowo langsung menuju Posko Utama Satgas Karhutla Sumatra Selatan untuk memimpin rapat.

"Setelah tadi dari posko karhutla di Provinsi Riau, saat ini kita berada di posko penanganan kebakaran hutan dan lahan Provinsi Sumatera Selatan di Palembang. Telah hadir beberapa menteri, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, KSAD beserta Forkopimda Provinsi Sumatra Selatan, Gubernur Sumatera Selatan, Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Pangdam, Kapolda, Kajati dan Forkopimda lainnya," jelas Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya saat memimpin rapat.

"Kemudian nantinya di akhir rapat akan bergabung secara video conference gubernur, kapolda, Pangdam dari Provinsi Jambi dan Provinsi Lampung," sambungnya.

Prabowo menerima laporan bahwa jumlah hotspot karhutla di Sumatra Selatan mencapai 12.956 titik yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Muara Enim. Dia juga menerima laporan bahwa luas lahan di Sumatra Selatan yang terbakar mencapai 1.926 hektare.

"Jumlah titik hotspot ini meningkat di bulan Agustus ini, yang mana di bulan Juli ada 2.096, meningkat di Agustus sampai tanggal 23 ada 8.044 titik yang terjadi di Sumatra Selatan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) M. Iqbal.

"Luas lahan terbakar di Sumatera Selatan sampai dengan 23 Agustus sebesar 1.926 hektare, yang mana lahan terbakar ini di Sumatera Selatan menempati peringkat ke-18 dari 36 provinsi yang ada di Indonesia," sambungnya.

Prabowo lantas bertanya apa saja yang dibutuhkan aparat dan petugas lapangan untuk mengatasi karhutla sekaligus mencegah kebakaran serupa terjadi kembali.

"Apa kesulitan yang Anda butuhkan untuk segera menghilangkan kebakaran ini dan kebakaran yang akan datang?" tanya Prabowo.

Iqbal kemudian mengatakan Satgas Karhutla Sumsel membutuhkan tambahan helikopter water bombing untuk memadamkan titik api. Pasalnya, jarak titik api sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Yang kita butuhkan di Satgas daerah, khususnya di Provinsi Sumsel ini tentunya penambahan heli water bombing, karena jarak antara titik api dengan lokasi itu sangat jauh, tidak bisa dijangkau Satgas daerah kebanyakan karena di pelosok-pelosok di daerah hutan," tutur Iqbal.

Prabowo pun menyampaikan pemerintah akan menambahkan dua helikopter water bombing untuk penanganan karhutla di Sumatra Selatan.

"Saya tambahkan sementara dua (heli), ya," ujar Prabowo.

"Siap, terima kasih Bapak Presiden," ucap Iqbal.

"Kalau begitu, yang ada di TNI AU kirim saja sekarang ke sini. Kita tambahkan satu, ya, karena kita juga harus monitor daerah lain kalau ada yang butuh," kata Prabowo kembali.

Iqbal juga melaporkan Satgas daerah membutuhkan penguatan kanal dan sumber air karena embung-embung mulai mengering akibat musim kemarau. Selain itu, angin kencang di lokasi kebakaran membuat api mudah menyebar.

"Jadi kami mohon adanya pembuatan kanal untuk penyekatan," tutur dia.

Prabowo kembali bertanya apa saja yang dibutuhkan untuk membangun kanal dan sumber air tersebut. Iqbal mengatakan pihaknya membutuhkan setidaknya 20 ekskavator.

"Apa saja yang Anda butuh?" tanya Prabowo.

"Alat berat, Bapak Presiden," ucap Iqbal.

"Ekskavator? Berapa ekskavator yang kau butuh?" kata Prabowo.

"Kita butuh lebih kurang 20 ekskavator," jawab Iqbal.

"20 (ekskavator)," ujar Prabowo sembari mencatat permintaan BPBD Sumatra Selatan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya