Prabowo Minta 300 Sumur Bor untuk Atasi Kebakaran Hutan Riau

Prabowo tak mau menunggu hotspot berubah menjadi titik api.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 24 Agustus 2026, 13:30 WIB
Prabowo meninjau kebakaran hutan dan lahan. (Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan pembuatan sumur bor di Riau untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Prabowo mengatakan aparat di lapangan harus cepat bertindak jika muncul titik panas atau hotspot agar sumber api tidak telanjur membesar.

"Jangan nunggu sampai jadi titik api. Ya, tolong, ya. Masuk, masuk ke titik hotspot itu. Segera aja masuk, ambil tindakan," kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Posko Aju Riau, Senin (24/8/2026).

Dia menerima laporan bahwa di Riau terdapat 306 titik panas yang berpotensi menjadi karhutla. Prabowo lantas meminta aparat segera membuat sumur bor untuk memadamkan titik panas tersebut.

"Di tempat-tempat itu bisa dibikin bor air?" tanya Prabowo.

Prabowo pun meminta pembuatan sumur bor di 300 titik untuk mendekatkan jangkauan air ke lokasi hotspot, sehingga potensi karhutla dapat diantisipasi.

"Segera, segera saja di 300 titik langsung bikin bor air. Langsung bikin bor air. Begitu ada hotspot, bikin bor air di situ. Jangan tunggu titik api," jelas Prabowo.

Prabowo kemudian menanyakan langsung kedalaman sumur bor kepada Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Provinsi Riau M. Edy Afrizal.

"Kedalamannya dalam, enggak?" tanya Prabowo kembali.

Edy pun menjawab pertanyaan Prabowo.

"Bisa antara 30 sampai 50 meter, itu bisa kita bikin (bor air)," jawab Edy.

Mendapat instruksi dari Prabowo, Edy pun langsung merespons.

"Siap, bisa, Pak. Bisa, Pak," ucapnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya