Liputan6.com, Jakarta - Twitch dan Amazon digugat seorang streamer yang menuding kontennya digunakan untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) tanpa izin.
Dikutip dari Engadget, Senin (24/8/2026), streamer asal Connecticut, Amerika Serikat (AS) bernama Warren Pandiscia ini mengajukan gugatan class action terhadap Twitch dan Amazon.
Advertisement
Ia menuding konten streaming milikinya digunakan sebagai dataset untuk mengembangkan produk AI Amazon tanpa izin.
Kasus ini muncul setelah Twitch mengumumkan adanya pengaturan yang memungkinkan kreator menolak penggunaan konten mereka untuk melatih model generative AI Amazon.
Pengaturan tersebut menggunakan sistem opt out. Artinya, konten kreator pada dasarnya menyetujui pengaturan ini sampai pemilik kanal memilih untuk menolaknya secara manual.
Kebijakan itu kemudian memicu reaksi dari komunitas streamer. Sebab, kreator harus membuka pengaturan privasi akun dan memilih opsi penolakan apabila tidak ingin kontennya digunakan untuk melatih AI.
Konten yang dapat terdampak antara lain, siaran Video on Demand (VOD), klip, percakapan, serta berbagai materi yang terdapat pada kanal.
Kontroversi semakin besar setelah Chief Product Officer Twitch, Mike Minton, menjelaskan alasan penggunaan sistem opt out. Ia mengatakan, jika Twitch menggunakan sistem opt in, hampir tidak ada streamer yang akan menyetujui kontennya digunakan untuk melatih AI.
Dugaan Pelanggaran Hak Kreator Atas Konten
Pandiscia menilai penggunaan konten tersebut seharusnya dilakukan setelah Twitch atau Amazon memperoleh izin maupun lisensi dari kreator.
Ia juga menuding penggunaan konten untuk kepentingan AI telah menghilangkan kendali kreator terhadap karya yang mereka hasilkan.
Di sisi lain, Twitch menyediakan pilihan bagi kreator yang tidak ingin kontennya digunakan untuk melatih model generative AI. Jika memilih opt out, materi kanal tidak akan digunakan untuk pelatihan AI generatif Amazon ke depannya.
Namun, pilihan tersebut bukan berarti Twitch berhenti menggunakan data untuk seluruh kebutuhan berbasis AI. Konten masih dapat digunakan untuk sejumlah fitur seperti rekomendasi penonton, dukungan sponsorship, serta sistem keamanan seperti AutoMod.
Tuai Perhatian Banyak Kreator Konten
Kasus ini pada akhirnya membawa persoalan penggunaan konten kreator untuk pelatihan AI ke meja pengadilan.
Jika gugatan berkembang menjadi perkara class action, hasilnya dapat menjadi perhatian bagi kreator lain yang menghadapi persoalan serupa.
Untuk saat ini, tuduhan Pandiscia masih harus dibuktikan melalui proses hukum. Belum ada keputusan pengadilan yang menyatakan Twitch atau Amazon terbukti menggunakan konten kreator secara melanggar hukum.