Asap Karhutla Sampai Negara Tetangga, Ini Respons Istana

Asap karhutla disebut berdampak ke negara tetangga, pemerintah melakukan kordinasi.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 23 Agustus 2026, 18:52 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Sumatra mencapai Singapura dan Malaysia. (Roslan RAHMAN/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap, Pemerintah Indonesia sudah berkoordinasi dengan negara tetangga, terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan.

"Kalau secara informal ada," ujar Prasetyo di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Menurut dia, untuk koordinasi secara formal juga dilakukan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.

Prasetyo pun menegaskan, sampai saat ini pemerintah terus berupaya secepatnya menangani Karhutla di Kalimantan.

"Secara formal juga melalui Pak Menlu tentu ada komunikasi, makanya kita berusaha secepatnya menangani Karhutla," jelas Prasetyo.

Belum Bentuk Satgas

Menurut Prasetyo, belum ada rencana pembentukan tim satuan tugas (satgas) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di seluruh wilayah Kalimantan.

"Saya kira belum (bentuk satgas) karena kemarin hasil dari lapangan penanganan yang itu koordinasi lintas sektor juga sudah cukup kuat," kata dia.

"Kalau pun ada keperluan penambahan beberapa peralatan, termasuk heli water bombing, termasuk APD dan penambahan pasukan sudah semua dikerjakan," sambung Prasetyo.

Dia mengatakan, pembagian tugas dilakukan bersama-sama. Prasetyo menegaskan pembagian tersebut hanya untuk pembagian wilayah, bukan berarti tidak bertanggung jawab.

"Ada Menko Polkam, ada Menko PM, ada di situ kita bagi semua, KASAD juga bertanggung jawab terhadap satu wilayah," terang Prasetyo.

"Tapi jangan juga diartikan tidak bertanggung jawab dengan daerah yang lain. Ini hanya membagi atensi supaya ada percepatan (penanganan)," jelas dia.

 

 

Melibatkan Semua Pihak

Di lokasi yang sama menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan, untuk penanganan Karhutla di Kalimantan melibatkan semua pihak, tak hanya pemerintah.

"Untuk penanggulangan kebakaran ini kan bukan hanya pemerintah, semua stakeholder yang dianggap mampu, termasuk perusahaan-perusahaan sawit, tambang kan semua terdampak, jadi boleh saja masyarakat untuk berpartisipasi," ujar Tito.

Ketika dikonfirmasi informasi terkait penunjukan pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam menjadi koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan, Tito mengaku tidak tahu.

Istana Tegaskan Tak Tunjuk Haji Isam

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo menegaskan, tidak ada penunjukan Haji Isam untuk menangani Karhutla di Kalimantan.

"Tidak ada, tidak benar. Semua pihak diminta ikut membantu itu benar. Tapi kalau menjadi koordinator itu tidak karena itu kewenangannya bukan di situ," ujar Prasetyo.

Menurut dia, pemerintah pusat sudah menunjuk beberapa pejabat setingkat menteri untuk berbagi wilayah dalam menangani Karhutla di Kalimantan.

"Jadi memang kita bagi tugas untuk atensi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan seterusnya. Memang kita atur seperti itu," kata Prasetyo.

 

 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya